Presiden Korsel Belikan Jokowi Jas: Goyang Dayung Bareng Suju di Korsel

Pada tahun 2017 lalu, Presiden Jokowi sempat membelikan baju batik Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Saat itu, Jokowi

Presiden Korsel Belikan Jokowi Jas: Goyang Dayung Bareng Suju di Korsel
Internet
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat berfoto bersama Super Junior 

Untuk menghadapi semua ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah bersikap tenang. Presiden yakin bahwa potensi dari sikap positif dan optimisme dalam hubungan internasional dan negosiasi ekonomi pada umumnya kurang diperhitungkan.

Hal kedua yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan menurut Presiden adalah inovasi yang datang dari eksperimentasi. Ia memberikan contoh keputusan Presiden Moon Jae-In dan Presiden Donald Trump untuk membuka jalur dialog, dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meski banyak dikritik orang.

"Tapi kalau saya percaya lebih baik mencoba sesuatu yang baru meskipun ada risiko gagal. Sudah begitu lama, kita menempuh jalan untuk tidak bicara dengan para pemimpin Korea Utara, dan sudah bertahun-tahun enggak ada hasilnya, sama sekali tidak bergerak menuju pada sebuah perdamaian di semenanjung Korea," lanjutnya. Hal ketiga yang harus dilakukan adalah aksi.

Presiden mengajak semua hadirin untuk tidak merasa kecil hati jika yang bisa dilakukannya hanya langkah-langkah kecil saja. "Saya percaya, penting untuk melakukan yang bisa kita lakukan. Seperti kata pepatah, a journey of a thousand miles, starts with a single step," ujar Kepala Negara.

Pada kesempatan ini, Presiden pun menyampaikan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan Indonesia untuk menuju ke arah yang lebih baik. Langkah-langkah tersebut antara lain mengunjungi langsung kamp pengungsi Rohingya di wilayah Cox's Bazaar, menggelar pertemuan ulama trilateral dengan Afghanistan dan Pakistan.

Di penghujung pidatonya, Presiden menyebutkan bahwa Korea Selatan dan Indonesia adalah mitra yang ideal untuk bekerja sama menuju sebuah agenda internasional yang progresif bagi dunia. Kedua negara menganut demokrasi, dengan demografi yang saling melengkapi, dan tahap pembangunan yang komplementer.

"Bangsa Korea adalah sebuah bangsa yang hebat. Demikian juga kami, bangsa Indonesia. Mari kita bekerja sama untuk menghadirkan hal-hal yang hebat kepada dunia," tutur Jokowi.

Saat Presiden memberikan kuliah umum, banyak mahasiswa yang antusias untuk mendengar. Karena kursi di ruangan yang tak memadai, puluhan mahasiswa bahkan terlihat duduk di karpet. Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo,

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi. (Tribun Network/sam/sen/kps/wly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved