Presiden Korsel Belikan Jokowi Jas: Goyang Dayung Bareng Suju di Korsel

Pada tahun 2017 lalu, Presiden Jokowi sempat membelikan baju batik Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Saat itu, Jokowi

Presiden Korsel Belikan Jokowi Jas: Goyang Dayung Bareng Suju di Korsel
Internet
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat berfoto bersama Super Junior 

Jokowi menyebut kalau Super Junior merupakan mediator hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan. "Super Junior adalah mediator hubungan diplomatik penting antara Korea Selatan dan Indonesia," kata Jokowi. Jokowi juga mengatakan ada lebih dari 10 juta penggemar Super Junior yang berasal dari Indonesia.

Bahkan, putri kandungnya sendiri, Kahiyang Ayu, adalah salah satu penggemar boyband kenamaan Korea itu. Di kesempatan yang sama, Jokowi juga memuji perusahaan Korea Selatan yang mampu menghasilkan konten berkualitas. Ia merasa orang Indonesia bisa lebih dekat dengan Korea Selatan karena pengaruh Super Junior dan K-Pop wave.

Kuliah Umum

Presiden Joko Widodo juga memberikan kuliah umum bagi para mahasiswa di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul, Korea Selatan. Pada awal pidatonya, Presiden mengaku bahwa sudah banyak pembicara besar yang hadir di HUFS. Presiden Barrack Obama, Presiden Mikhail Gorbachev, hingga Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pernah berbicara dan memberikan sambutan di HUFS.

"Tapi saya cukup yakin, dari mereka enggak ada yang pernah loncat di atas mobil dengan mengendarai sepeda motor. Enggak ada," kata Presiden yang membuat seisi ruang riuh dengan tawa. Aksi yang dimaksud Presiden adalah aksinya saat pembukaan Asian Games 2018 lalu.

Asian Games tahun ini, menurut Presiden benar-benar memperagakan secara spektakuler human capital yang luar biasa yang ada di Asia. Lebih dari 14,000 atlet dan 7,000 pejabat dari 45 negara, bertanding pada 40 cabang olah raga sehingga menjadi Asian Games terbesar dalam sejarah.

"Dan pada upacara pembukaan Asian Games kita senang sekali dapat mempertemukan Perdana Menteri Korea Selatan dengan Deputi Perdana Menteri Korea Utara. Dan sama hal-nya seperti yang dilakukan saat Winter Olympics in Pyeong-chang, para atlet dari kedua Korea jalan bersama di bawah satu bendera Korea dan bertanding bersama, di berbagai cabang olah raga," kata Presiden.

Presiden kemudian menuturkan bahwa upaya menciptakan perdamaian di semenanjung Korea, bukanlah satu-satunya tantangan yang sedang dihadapi dunia saat ini. Tantangan lainnya adalah tantangan keamanan, mulai dari Afghanistan, Timur Tengah, sampai Rakhine State di Myanmar.

Selain itu, populisme, proteksionisme, dan uni-lateralisme semakin meningkat di berbagai penjuru dunia. Perubahan iklim yang tidak henti-hentinya berkontribusi pada kebakaran hutan yang dahsyat, dari California sampai Australia sampai Indonesia dan pada fenomena heat wave, dari Eropa sampai Asia Selatan. Musim panas tahun ini, kota Tokyo mencetak suhu tertinggi dalam sejarah Tokyo yaitu 41 derajat Celsius.

"Konsumerisme kita yang boros membawa sampah plastik sampai bergunung-gunung membanjiri berbagai pesisir dari Bali sampai kepulauan Carribbean," lanjutnya. Belum selesai dengan semua tantangan tersebut, Presiden mengatakan dunia harus sudah bersiap dengan revolusi industri 4.0 dengan segala perubahannya yang sangat cepat.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved