Ini Kronologi Pembunuhan di Kaki Dian, usai Jatuh dari Motor Kepala Korban Dipukul Pakai Batu

Saksi Ari Yohanes Panambunan dan anggy Toling sementara bekerja menebang pohon di sekitar lokasi kejadian, mencium bau busuk

Penulis: | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / David Manewus
Polres Minut menggelar konferensi pers pembunuhan di Kaki Dian, minahasa utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Pada hari Sabtu (14/7/2018) saksi Ari Yohanes Panambunan dan anggy Toling sementara bekerja menebang pohon di sekitar lokasi kejadian, mencium bau busuk, berusaha mencari tahu dan menemukan korban Sofianti Andrinael bersama sepeda motor di situ.

"Rabu (17/7/2018) saksi melaporkan peristiwa itu ke Polres Minahasa Utara," ujar Kepala Kepolisian Resort Minahasa saat rilis pers, Rabu (12/9/2018).

Piket Reskrim bersama Tim Buser dan Unit Identifikasi langsung mendatangi TKP, melakukan pengolahan TKP dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara guna dilakukan Autopsi. Selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengamankan Nofry John Damisi yang diduga sebagai pelaku.

Dari awal, penyidik sudah menduga ada unsur sengaja kaitannya dengan kematian korban namun penyidik belum mendapatkan alat bukti maupun petunjuk.

Baca: Kasus Pembunuhan Kaki Dian Minut Terungkap

"Sambil menunggu hasil otopsi dan sketsa wajah dari Rumah Sakit Umum Prof Kandou, penyidik melakukan upaya hukum terhadap tersangka dengan menerapkan pasal 359 ayat 1 KUHP," katanya.

Seperti diberitakan Sofianti Andrinael (15), ditemukan tewas mengenaskan di objek wisata Kaki Dian Minahasa Utara (Minut), Selasa (17/07/2018).

Warga menemukannya karena bau busuk yang tercium di sekitar penemuan lokasi jenasah.

Setelah dilakukan penyelidikan, kronologi pembunuhan Sofianti dimulai Senin 18 Juni 2018 pukul 23.30.

Tersangka Nofry Jhon Damisi bertemu dengan korban di Pasar Kawangkoan kemudian menuju ke Ruko 88 Airmadidi.

Mereka bersama saksi Yulianti Gonta bertemu dengan saksi Adlin Erangan.

Yulianti dan Adlin mengajak tersangka dan korban pergi ke perbukitan Kaki Dian.

Setibanya di situ, mereka duduk berpasang-pasangan di tempat yang berbeda.

Tersangka bersama korban dan Yulianti bersama Adlin.

Baca: Suasana Haru di Ibadah Pemakaman Korban Kaki Dian, Oma Sofianti Sempat Pingsan Dua Kali

"Karena saksi Yulianti sering mengintip, tersangka dan korban berpindah ke gubuk yang agak jauh, dan saat itu HP korban berbunyi," kata Kepala Kepolisian Resort Minahasa Utara, AKBP Alfaris Pattiwael, Rabu (12/9/2018) saat rilis pers ditemani Kasat reskrim AKP Aprizal Nugroho SIK dan Aiptu M Pontoh

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved