Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Meski Kunjungan Wisman Meningkat, Tingkat Penghunian Hotel Malah Turun

Untuk tamu Indonesia pada Juli 2018 mencapai 1,98 hari meningkat 0,07 persen dibanding bulan Juni 2018 yaitu sebesar 1,91 hari.

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Siti Nurjanah
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Badan Pusat Statistik 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sektor pariwisata di Sulawesi Utara sepertinya memiliki masa depan yang cukup cerah, dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan setiap bulan.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Sulut melalui Bandara Samrat pada bulan Juli 2018 sebanyak 11.875 orang, meningkat 17,49 persen dari bulan Juni yang mencapai 10.107 orang. Hal itu dibandingkan dengan data pada bulan yang sama tahun 2017 berjumlah 7.305 orang atau mengalami peningkatan mencapai 62,56 persen.

Sementara perkembangan Wisman mancanegara kumulatif samua Juli 2018 mencapai 71 ribu orang, angka tersebut meningkat dibanding pada bulan yang sama pada 2017 yaitu 41,487 orang.

Untuk wisatawan mancanegara didominasi oleh warga Tiongkok sebanyak 10.324 orang atau 86,94 persen, kemudian Jerman sebanyak 200 orang atau 1,68 persen, dan Hongkong 191 orang atau 1,61 persen, Amerika 131 orang atau 1,10 persen, Australia 127 orang atau 1,07 persen, Belanda 110 orang atau 0,93 persen, Perancis 99 orang atau 0,83 persen, Singapura 83 orang atau 0,70 persen, Jepang 66 orang atau 0,56 persen, dan Inggris 60 orang atau 0,51 persen.

Meski begitu, peningkatan jumlah Wisman yang datang tidak berpengaruh pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulut.

"Tingkat penghunian kamar hotel justru menurun," jelas Ateng Hartono Kepala BPS Sulut, Senin (10/9).

Sebab untuk TPK pada pada Juli 2018 mencapai 67,37 persen, menurun 1,42 poin jika dibanding bulan Juni 2018. Namun secara data tahun ke tahun meningkat 1,7 poin dibandingkan dengan TPK Juni 2017 sebesar 65,67 persen.

Jika dirincikan berdasarkan klasifikasi bintang, hotel bintang empat pada Juli 2018 mencapai 74,00 persen dan merupakan TPK tertinggi, sementara TPK bintang tiga sebesar 61,39 persen, dan bintang 1 sebesar 59,48 persen, diikuti hotel bintang dua sebesar 57,32 persen, dan hotel bintang lima sebesar 53,57 persen.

Ia menjelaskan, untuk rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel berbintang pada Juli 2018 mencapai 3,18 hari, menurun 0,55 persen dibanding bulan Juni 2018 sebesar 3,73 persen per hari.

Untuk tamu Indonesia pada Juli 2018 mencapai 1,98 hari meningkat 0,07 persen dibanding bulan Juni 2018 yaitu sebesar 1,91 hari.

"Kalau secara keseluruhan RLMT pada Juli 2018 sebesar 2,20 hari menurun 0,02 poin jika dibandingkan dengan bulan Juli 2018 yang mencapai 2,22 hari," jelasnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved