Pembunuhan di Kuhanga

Inilah Kronologis Pembunuhan Kuhanga, Usai Menikam Yonior Bersembunyi, Namun Diserbu Ratusan Warga

Kasus pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam terjadi di Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolmut

Inilah Kronologis Pembunuhan Kuhanga, Usai Menikam Yonior Bersembunyi, Namun Diserbu Ratusan Warga
Istimewa
Tentara coba menenangkan Massa yang mencari Pelaku Pembunuhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BINTAUNA - Kasus pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam terjadi di Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolmut, tepatnya di perempatan antara Desa Mome dan Desa Kuhanga, Minggu (9/9).

Penikaman dilakukan Yonior Malentoi (39) warga Desa Mome terhadap koraban Arpan Talaba (25) Warga Desa Kuhanga.

Inilah kronologis kejadian menurut Danramil Bintauna Kapten Inf Edy Sakli.

Pada pukul 09.00 wita, terjadi perkelahian antara pelaku dan korban, sehingga terjadinya penikaman.

Baca: Pembunuhan di Kuhanga Bolmut, Arafan Tewas, Pelaku Sekarat di Rumah Babinsa

Kejadian tersebut bertempat di perempatan antara Desa Mome dan Desa Kuhanga. Pada saat itu, Yonior Malentoi langsung menusuk leher bagian sebelah kiri korban Arpan Talaba.

Dan kejadian tersebut sempat dilihat masyarakat, karena takut di Yonior Malentoilangsung lari ke sawah dan dikejar-kejar massa.

Lanjut Danramil, selang beberapa jam kemudian pelaku lari ke rumah Serka Iskandar Mardani (Batuud Ramil 15/ Bintauna) dengan cara mendobrak pintu bagian dapur kemudian bersembunyi di bumbungan (kerangka) rumah.

Pada saat itu, ibu Sumarni Papatayan istri Serka Iskandar Mardani melihat banyak kerumunan massa yang berada di seputaran rumah untuk mencari pelaku penikaman (Yunior Malentoi)

Sumarni kaget dan langsung pingsan. Kemudian oleh keluarga yang kebetulan berada di samping rumahnya memberikan pertolongan dibawa ke rumah sakit Bintauna.

Setelah itu, anggota Polsek bersama Babinsa mendatangi rumah Serka Iskandar dan meminta pelaku untuk segera turun dari tempat persembunyian

Selang beberapa jam masyarakat mengetahui pelaku berada di rumah Iskandar Mardani untuk meminta pertolongan atau perlindungan, maka pergerakan massa kurang lebih sebanyak 400 orang secara membrutal memaksa masuk ke rumah Iskandar Mardani, dan melakukan pemukulan mengunakan pot di dalam rumah serta batu yang dihantamkan ke kepala dan wajah pelaku.

Akibatnya kepala pelaku pecah dan wajah memar akibat pukulan yang dilakukan massa.

Sekitar pukul 10.00 wita, pergerakan massa makin banyak ingin berusaha masuk ke dalam rumah, namun dihalangi aparat Polsek Bintauna, Polsek Sangkub dan anggota Babinsa sehingga massa tetap menunggu di luar.

Kemudian Kapolsek Bintauna, Kapolsek Sangkub dan Danramil 15/Bintauna berkoordinasi untuk menghubungi Polsek Bolangitan dan Polsek Kaidipang untuk meminta bantuan personel untuk mengeluarkan pelaku dari dalam rumah Iskandar Mardani.

Danramil menambahkan, sekitar pukul 12.23 wita pelaku berhasil dikelurkan dari rumah dengan penjagaan ketat dari Polsek dan Babinsa, namun pergerakan massa begitu membrutal dan banyak maka Personel dari Kepolisian dan Babinsa kewalahan untuk menghalau atau mencegah masyarakat.

Dan akirnya masyarakat melakukan pemukulan terhadap pelaku dan ada juga yang memukul dengan batu di bagian kepala dan keadaan pelaku sudah pingsan dan tidak berdaya.

Aparat Kepolisian dan Babinsa dengan cepat memasukkan pelaku kedalam mobil patroli polsek untuk diamankan dan di evakuasi ke Puskesmas Sangkub.

Sementara, pintu rumah milik Serka Iskandar Mardani bagian belakang rusak akibat dobrakan pelaku dan pot didalam rumah pecah.

Sementara korban Arpan Talaba pada saat ditusuk langsung dilarikan ke rumah sakit bintauna namun nyawanya tidak sempat tertolong.

Pelaku dengan kondisi tidak sadar dengan wajah hancur akibat kena pukulan dan hantaman batu serta pot segera di amankan dan dievakuasi dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Sangkub.

Informasi terakhir yang di dapat nyawa pelaku sudah tidak tertolong (meninggal dunia) di dalam perjalanan menuju Puskesmas Sangkub.

Untuk sementara Danramil dan Babinsa menuju Desa Mome melakukan mediasi dengan sangadi terhadap masyarakan agar tidak ada lagi pergerakan masyarakat yang mengakibatkan Tarkam.

Yonior Malentoi, dari informasi merupakan TO Polsek karena melakukan tindakan penganiayaan terhadap masyarakat atas nama Daeng asal Desa Kuhanga.

Pelaku juga menurut informasi dari warga masyarakat sering melakukan keonaran dan tindak kekerasan terhadap masyarakat ditempat tempat acara.

Sementara Arpan Talaba (Korban), saat ini sementara disemayamkan di rumah duka Desa Kuhanga Kecamatan Bintauna.

Situasi saat ini kerumunan masyarakat sudah kembali kerumah masing-masing dan situasi sudah kondusif, namun Aparat Babinsa beserta Anggota Polsek Tetap akan memantau perkembangan dan situasi setelah kejadian.

Informasi yang diperoleh Tribun Manado, motif pelaku melakukan aksinya karena dendam lama, sehingga ingin balas dendam dengan cara membunuh korban. (kel)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved