Bank Kecil Memangkas Target Kredit

Kondisi ekonomi yang masih belum stabil menyebabkan banyak kalangan usaha berhitung ulang menghadapi tantangan

Bank Kecil Memangkas Target Kredit
kontan
Bank Indonesia 

Mengutip laporan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, kemarin, pemerintah menyerap dana Rp 4,80 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp 10,48 triliun. Jumlah dana yang diserap melampaui target indikatif sebesar Rp 4 triliun.

Tapi, pada lelang sukuk dua pekan lalu, dana yang diserap lebih besar, yaitu Rp 6,26 triliun dari total penawaran masuk sejumlah Rp 14,80 triliun.

Walau terjadi penurunan dibandingkan lelang sebelumnya, hasil lelang hari ini tidak sepenuhnya gagal. Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menilai, pelemahan rupiah dan kenaikan yield surat utang negara (SUN) berpengaruh besar terhadap kelangsungan lelang.

Harga SUN saat ini juga rendah. "Risiko yang dihadapi investor otomatis meningkat saat rupiah melemah," kata Mikail, Selasa (4/9). Kemarin, kurs rupiah spot menyentuh Rp 14.935 per dollar AS. Yield SUN 10 tahun telah menembus level 8,34%.

Namun, karena penawaran yang masuk masih melebihi Rp 10 triliun, Mikail menilai, lelang sukuk masih berjalan normal. Apalagi, pemerintah masih bisa memenuhi target indikatif sebesar Rp 4 triliun.

Menurut dia, masih ada sejumlah investor yang memanfaatkan momentum pelemahan pasar obligasi untuk mendapatkan yield tinggi di pasar perdana. "Bid to cover ratio rata-rata pada lelang hari ini di kisaran 2,5 kali. Ini angka normal kalau melihat kondisi sekarang," papar Mikail.

Hanya saja, di tengah pasar yang terkoreksi, investor lebih memburu seri tenor pendek seperti SPNS05032019. Itu sebabnya, seri ini mencetak penawaran terbesar.

Kemarin, dari enam seri sukuk yang dilelang, seri SPNS05032019 paling diminati dengan penawaran masuk mencapai Rp 3,80 triliun. Seri yang jatuh tempo pada 5 Maret 2019 itu memiliki yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,48%. Dari seri ini, nominal yang diserap sebesar Rp 1,10 triliun.

BEI Siapkan Antisipasi Gagal Serah Saat T+2 Jalan

Penerapan percepatan penyelesaian transaksi dari T+3 serah saham menjadi T+2 akan segera diimplementasikan pada November yang akan datang. Beberapa persiapan sudah dilakukan oleh BEI untuk penerapan transaksi tersebut.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved