Mendagri Galau Jelang Pelantikan Kepala Daerah

Presiden Joko Widodo akan melantik sembilan gubernur terpilih lebih cepat yakni pada Rabu(5/9) di Istana Negara.

Mendagri Galau Jelang Pelantikan Kepala Daerah
Istimewa
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo 

Mungkin sekitar jam 16.00 sertijab, rapat paripurna diisi sambutan gubernur yang telah dilantik," ujarnya.

Iwa mengatakan dengan cepat berkoordinasi bersama berbagai pihak mempersiapkan pelantikan yang tinggal sehari lagi ini. Setelah dilantik, Ridwan Kamil akan diberhentikan sebagai Wali Kota Bandung sedangkan Uu diberhentikan sebagai Bupati Tasikmalaya.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku galau menjelang pelantikan kepala daerah. Ia menjelaskan ingin wakil kepala daerah terpilih dilantik terlebih dulu jika kepala daerahnya ditahan karena kasus dugaan korupsi.

"Misalnya, kepala daerah yang kena, wakilnya dulu dilantik. Inginnya loh ya. Yang sedang ditahan belum ada proses, ya berarti menunggu," katanya.
Setidaknya ada tiga kepala daerah terpilih di Pilkada 2018 yang tersangkut kasus korupsi.

Ketiganya, yakni Syahri Mulyo di Kabupaten Tulungagung, Ahmad Hidayat Mus di Provinsi Maluku Utara, dan Nehemia Wospakrik di Kabupaten Biak Numfor.
Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka pada 8 Juni 2018.

Ia diduga menerima suap dari kontraktor Susilo Prabowo terkait fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Sementara pada Maret 2018 lalu, Ahmad Hidayat Mus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK selaku Bupati Kepulauan Sula periode 2005-2010.

Kasus suap yang menjerat Ahmad Hidayat terkait pembebasan lahan Bandara Bobong pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2009.

Sedangkan, Nehemia Wospakrik diduga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Biak Numfor sejak tahun 2011.

Nehemia terjerat kasus dugaan korupsi perjalanan dinas Ketua DPRD Biak Numfor, saat ia menjabat Ketua DPRD Biak Numfor periode 2004-2014.

Namun, kasusnya masih belum menemukan kejelasan hingga delapan tahun sejak ditetapkan sebagai tersangka. (Tribun Network/sen/rif/kps/wly)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved