Dalam Persidangan Pemecah Ombak, Asep Sebut Pemkab Minut 3 Kali Minta Rekomendasi pada BMKG

JPU Bobby Ruswin menghadirkan empat saksi dalam lanjutan sidang kasus korupsi pemecah ombak Desa Likupang Timur, di PN Manado.

Dalam Persidangan Pemecah Ombak, Asep Sebut Pemkab Minut 3 Kali Minta Rekomendasi pada BMKG
ISTIMEWA
Persidangan kasus korupsi pemecah ombak di Pengadilan Negeri Manado, Sulawesi Utara. 

Dalam sidang kali ini, beberapa saksi kunci masih mangkir.

Sebut saja Bupati Minut Vonnie A Panambunan (VAP), Dicky Lengkey, Rio Permana, Alexander Panambunan.

Diketahui dugaan korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara ini bergulir di Kejati Sulut sejak tahun 2016.

Kasus ini dilaporkan oleh salah satu LSM yang menemukan keganjalan bahwa proyek berbandrol Rp 15 Miliar tersebut, tidak melaui proses tender melainkan penunjukkan langsung.

Kejati Sulut kemudian menyeret tiga terdakwa ke meja hijau yakni Rosa Tindajoh mantan kepala BPBD Minut, Robby Moukar selaku kontraktor, dan Steven Solang selaku PPK.

Pengadilan lalu memutuskan terdakwa Rosa Tindajoh dan Steven Solang dengan penjara empat tahun.

Sedangkan Robby Moukar dipidana selama 2 tahun penjara.

Tak lama kemudian, Kejati Sulut juga menetapkan satu tersangka baru, yakni Direktur BNPB bernama Junjungan Tambunan dan sedang menjalani pesidangannya di PN Manado.

Dari dakwan JPU, dalam kasus ini terdapat kerugian negara sebesar Rp 8,8 Miliar. (Tribun Manado/Nielton Durado)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved