Lakukan Investigasi Kasus Rohingya, Myanmar Penjarakan Dua Wartawan Reuters

Hakim Ye Lwin mengatakan kepada pengadilan di Yangon bahwa kedua wartawan bermaksud untuk merugikan kepentingan negara.

Lakukan Investigasi Kasus Rohingya, Myanmar Penjarakan Dua Wartawan Reuters
(.)
Ilustrasi penjara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengadilan Myanmar memutusakan menghukum dua wartawan Reuters karena melanggar tindakan rahasia negara saat menyelidiki kekerasan terhadap Rohingya.

Atas kasus tersebut, mereka berdua divonis hukuman tujuh tahun penjara.

Dilansir TribunWow.com dari bbc.com Senin (3/9/2018), Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap saat membawa dokumen resmi yang baru saja diberikan kepada mereka oleh petugas polisi.

Hakim Ye Lwin mengatakan kepada pengadilan di Yangon bahwa kedua wartawan bermaksud untuk merugikan kepentingan negara.

"Dan mereka telah ditemukan bersalah di bawah tindakan rahasia negara," kata Ye Lwin.

Sementara itu Wa Lne, wartawan Reuters mengaku tidak takut karena merasa tidak memiliki kesalahan.

"Saya tidak melakukan kesalahan apa pun. Saya percaya pada keadilan, demokrasi, dan kebebasan." ujar Wa Lne.

Wa Lone (32) dan Kyaw Soe Oo (28) telah mengumpulkan bukti tentang eksekusi 10 orang oleh tentara di desa Inn Din di Rakhine utara.

Selama penyelidikan, mereka ditawari dokumen oleh dua petugas polisi, tetapi segera ditangkap setelah itu.

Pihak berwenang kemudian meluncurkan penyelidikan mereka sendiri ke dalam pembunuhan, mengkonfirmasikan pembantaian itu terjadi dan berjanji untuk menindak kedua wartawan yang mereka katakan ikut mengambil bagian.

Wartawan BBC di Myanmar, Nick Beake di Yangon mengungkapkan, banyak orang yang melihat vonis ini sebagai tindakan pembatasan kebebasan pers di Myanmar dan kemunduran demokrasi, tiga tahun setelah partai Aung San Suu Kyi menang dalam pemilihan bebas.

Halaman
12
Editor: Valdy Suak
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved