Asian Games 2018

Indonesia Fantastis di Asian Games: Silat Sumbang Emas Terbanyak

Indonesia fantastis! Banyak sejarah tercipta di ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Tuan rumah meraih 98 medali,

Indonesia Fantastis di Asian Games: Silat Sumbang Emas Terbanyak
antara
Penutupan Asian Games 2018 di Jakarta, Minggu (2/9/2018) malam. 


TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Indonesia fantastis! Banyak sejarah tercipta di ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Tuan rumah meraih 98 medali, terbanyak sepanjang keikutsertaan di pesta olahraga terbesar Asian sejak 1951. Menyamai rekor tahun 1970 di Bangkok, Thailand, peringkat empat atau prestasi tertinggi setelah Asian Games 1962 di Jakarta. Indonesia ketika itu menempati peringkat kedua.

Paling fenomenal, prestasi cabang olahraga pencak silat. Pertama kali dipertandingkan, tuan rumah menyapu bersih 14 medali emas dari 16 kategori. Cabang ini sekaligus mengikis polarisasi politik menjelang Pilpres 2019. Dua capres, petahana Joko Widodo dan penantang Prabowo Subianto dipersatukan dalam satu panggung bahkan, sempat berpelukan.

‘Silat efek’ membuat adem politik nasional yang memang lagi panas. Prabowo sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) melayani Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga para menteri yang hadir di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Asian Games 2018 resmi berakhir. Tiongkok tampil menjadi juara umum untuk kesepuluh kalinya berturut-turut. Total, dalam tabel perolehan medali emas Asian Games 2018 Tiongkok mengoleksi 289 medali dengan perincian 132 medali emas, 92 perak, dan 65 perunggu. Sementara Jepang dan Korea Selatan berada di posisi kedua dan ketiga dengan total raihan 205 dan 177 medali.

Indonesia berada di posisi keempat klasemen akhir perolehan total 98 medali dengan perincian 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu. Bagi Indonesia, torehan ini telah melewati target sekitar 16-20 medali emas dan duduk di posisi 10 besar klasemen akhir perolehan medali Asian Games 2018.

Asian Games 2018 berhasil membangkitkan nilai persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia bersatu padu mendukung atlet Indonesia berjuang demi kehormatan Tanah Air dan secara bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018.

Mulai dari upacara pembukaan yang spektakuler, pemecahan rekor-rekor baru, hingga antusiasme masyarakat yang membeludak, Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta-Palembang sejak 18 Agustus hingga 2 September berhasil membuat kagum banyak orang di dunia.

Pujian terus mengalir bagi Indonesia karena berhasil menyelenggarakan sebuah multisport event yang berprinsip "beyond sports". Indonesia telah membuat standar tinggi, tidak hanya bagi tuan rumah selanjutnya, Hangzhou di Tiongkok, tetapi juga bagi Tokyo (Jepang) sebagai tuan rumah Olimpiade 2020.

Dengan berakhirnya Asian Games 2018, Indonesia harus menyerahkan tongkat estafet ke Tiongkok (Hangzhou) yang akan menyelenggarakan perhelatan serupa pada 2022.

Serah terima secara resmi akan dilaksanakan pada upacara penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Serupa dengan penghormatan yang diterima Indonesia di upacara penutupan Asian Games 2014 Incheon di Korea Selatan, pengibaran bendera Tiongkok diiringi lagu kebangsaannya oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA) merupakan salah satu prosesi serah terima yang akan dilakukan di upacara penutupan Asian Games 2018.

Chief de Mission Komite Olimpiade Jepang (JOC,) Yasuhiro Yamashita, terkesan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Menurut Yamashita, INASGOC selaku panitia penyelenggara telah melakukan tugas dengan baik sehingga Asian Games berlangsung lancar.

Penutupan Asian Games 2018
Penutupan Asian Games 2018 (antara)

Penilaian itu diungkapkan Yasuhiro Yamashita setelah menghabiskan waktu selama tiga pekan di Jakarta. Menurut dia, selama berada di ibu kota Indonesia itu, pihaknya mendapatkan sambutan hangat dari seluruh pihak dan juga tak menemui kendala berarti.

"Kami sudah menghabiskan tiga pekan di Jakarta, yakni di perkampungan atlet. Jadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada volunteer yang selalu tersenyum dan berbicara menggunakan bahasa Jepang kepada kami," kata Yamashita dalam konferensi pers di Jakarta Convention Center, Minggu (2/9/2018).

"Dengan tulus saya mengucapkan terima kasih kepada INASGOC yang telah bekerja keras, kami sangat senang hidup di Jakarta. Dengan demikian Asian Games ke-18 ini bisa dikatakan sukses," ucap Yamashita.

Selain itu, Yamashita juga terkesan dengan banyaknya penonton yang antusias menyaksikan pertandingan-pertandingan yang melibatkan atlet Jepang di Asian Games 2018. Menurut dia, hal itu meninggalkan kesan mendalam untuk atlet asal Negeri Matahari Terbit itu.

"Saya juga mendengar banyak tepuk tangan dari kursi penonton yang penuh. Itu sangat menyenangkan untuk tim kami. Terima kasih atas tepuk tangan dan sorakan yang keras, terima kasih banyak," ujar Yasuhiro Yamashita.

Kontingen Jepang menghuni peringkat kedua klasemen akhir Asian Games 2018. Mereka mengumpulkan 205 medali yang terdiri dari 75 medali emas, 56 perak, dan 74 perunggu.

Bendera Tiongkok Dikibarkan
Bendera Tiongkok selaku tuan rumah Asian Games berikutnya pada 2022 dikibarkan di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Sebelumnya ada prosesi penurunan bendera Olympic Council of Asia (OCA).

Bendera Tiongkok yang berwarna merah dan ada 5 bintang di salah satu pojoknya itu dikibarkan. Selain itu, bersamaan dengan berkibarnya bendera, diputar pula lagu kebangsaan China, Yi yong jun Jin xing qu.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengembalikan obor Asian Games pertama kepada Presiden OCA Sheik Ahmad Al-Fahad Al-Sabah dan meneruskannya kepada perwakilan negara penyelenggara Asian Games berikutnya, yakni Tiongkok. Wali Kota Hangzhou Xu Liyi menerima obor dari Anies Baswedan.

Usai pengibaran bendera Tiongkok penyanyi Bams 'Samsons' dan Lea Simanjuntak muncul di panggung menyanikan lagu 'Kemesraan' ciptaan IWan Fals. China sendiri akan menyelenggarakan Asian Games ke-19 tahun 2022 di Hangzhou, China. Para jajaran artis dan pengusaha asal negeri tirai bambu seperti peraih medai negara mereka dahulu Sun Yang, MA Yun, dan salah satu orang terkaya didunia asal Tiongkok Jack MA hadir di atas panggung.
PM India Beri Selamat

Sementara itu dari kejauhan, Perdana Menteri India memuji pelaksanaan Asian Games 2018. Kata dia Asian Games 2018 merupakan momen yang tidak terlupakan untuk dirinya. "Selamat kepada Presiden @jokowi dan orang-orang Indonesia untuk menjadi tuan rumah #AsianGames2018 yang sulit dilupakan," kata Narendra melalui akun Twitternya.
Seperti diketahui India, tepatnya Kota New Delhi, merupakan tuan rumah pertama pelaksanaan Asian Games tahun 1951 silam. Kala itu juara umumnya adalah Jepang.

Wakil Presiden Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Internet)

Wapres Sebut Hujan Berkah

Hujan yang mengguyur Jakarta saat closing ceremony di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan tidak menyurutkan warga untuk datang. Berbondong-bondong warga terus berdatangan meski harus rela berbasah-basahan diguyur hujan.
Pukul 18.00 WIB acara penutupan Asian Games 2018 resmi dimulai di Gelora Bung Karno (GBK). Namun, sejak sekiranya pukul 16.30 WIB, hujan lebat mengguyur kawasan Gelora Bung Karno.

Ribuan pengunjung yang ada di kawasan Gelora Bung Karno, terlihat berteduh di sejumlah tempat yang merupakan venue pertandingan dan lainnya. Namun, tidak dengan volunteer Asian Games 2018 yang berada di kawasan GBK, mereka terlihat tetap berdiri kehujanan, sambil mengarahkan pengunjung masuk ke dalam Stadion.

"Untuk yang tiket masuknya zona empat, silahkan lewat sini," ucap seorang volunteer sambil kehujanan di GBK.
Selain terguyur hujan, sejumlah volunteer tersebut pun tidak ragu untuk menembus genangan air yang kiranya setinggi semata kaki, meski masih mengenakan sepatu dan seragam khas volunteer Asian Games 2018. Hingga pukul 18.30 WIB, hujan masih mengguyur kawasan Gelora Bung Karno, namun acara penutupan Asian Games 2018 tetap berjalan sesuai waktu.

Hujan deras juga berimbas kepada wartawan peliput Asian Games 2018 yang bermarkas di Jakarta Convention Center (JCC) dan hendak menuju GBK untuk meliput prosesi acara penutupan Asian Games 2018. Mau tak mau, sejumlah wartawan pun menerobos guyuran hujan tersebut, sementara sebagian lainnya memilih untuk tetap berdiam diri hingga hujan reda.

Hal yang unik, terlihat ketika sejumlah wartawan asing yang menerobos hujan, mengenakan berbagai alat untuk melindungi kepalanya. Sejumlah wartawan asing tersebut menggunakan kantong plastik, kardus, dan juga yang lainnya.
Kontingen Negara Berjas Hujan

Closing ceremony dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dibuka oleh penampilan marching band dari Akademi Kepolisian dan Militer Republik Indonesia seraya menyanyikan lagu Indonesia Raya diikuti oleh masyarakat yang hadir. Parade of Nations, parade bendera 45 peserta Asian Games 2018, kemudian masuk ke dalam Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK).
Atlet pencak silat peraih medali emas, Hanifan Yudani Kusumah menjadi pembawa bendera Indonesia. Semua kontingen negara peserta Asian Games 2018 baik atlet, pelatih serta ofisial mengenakan jas hujan.

Iring-iringan ditutup dengan parade dari sekumpulan relawan atau volunteer Asian Games, sebagai ucapan rasa terima kasihnya yang telah membantu prosesi kelancaran pesta olahraga terbesar kedua di Asia ini. Sekaligus menunjukkan 'The Real Energy of Asia'.

Tak ketinggalan, maskot Asian Games 2018 Atung, Kaka, dan Bhin-Bhin. Selanjutnya penampilan Isyana Sarasvati dengan lagunya Asia's Who We Are, seraya menampilkan video highlight dari cabang olahraga yang bertanding. Salah satunya ialah pemutaran slide foto dari Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang berpelukan bersama Hanifan.

Dilanjutkan pemutaran cupilkan video sambutan dari Presiden Jokowi. Jokowi dalam sambutannya di video, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu keluarga dan saudara se-bangsa dan se-tanah air di Lombok, NTB yang sedang mengalami masa sulit akibat gempa yang menerjang beberapa waktu lalu.

"Mari kita berdoa bersama untuk saudara-saudara kita di Lombok mengirimkan energi yang positif supaya dapat kembali pulih dan lebih baik dari sebelumnya," kata Jokowi yang berbicara didampingi Gubernur NTB Tuan Guru Bajang.
Dilanjutkan pidato oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendorong suksesnya penyelenggaraan Asian Games ke-18, termasuk jajaran pemerintahan, sponsor, relawan, dan jurnalis.

JK juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada tiga Gubernur Provinsi yang telah membantu menyukseskan perhelatan selama 14 hari itu. JK harap mereka yang hadir, baik jurnalis, atlet, maupun wisatawan mancanegara dapat kembali lagi mengunjungi Indonesia.

"Semoga penyelenggaraan Asian Games 2018 jadi momentum dalam olahraga nasional. Tolong kembali kunjungi kami, masyarakat Indonesia adalah saudara-saudara kita," ujar JK.
JK sempat menyinggung soal hujan deras yang mengguyur ibukota. Jusuf Kalla (JK) menganggap turunnya hujan sebagai berkah yang datang dari Allah SWT.

"Sebelum acara ini, kita diberikan curahan hujan. Artinya adalah berkah dari Allah SWT kepada kita semuanya," ujar JK.
Sementara itu Presiden OCA Sheik Ahmad Al-Fahad Al-Sabah memberikan ucapan terima kasih kepada Indonesia yang sukses menyelenggarakan Asian Games ke-18. Ia juga mengatakan Indonesia, utamanya Jakarta layak dijadikan sebagai Host Olimpiade 2032. Sekaligus menyatakan bahwa penyelenggaraan Asian Games ke-18 resmi ditutup.

Di sela-sela pidato berbahasa Inggris, Al-Sabah menyelipkan kalimat berbahasa Indonesia. Di awal pidato, dia menyapa para tamu, termasuk Presiden Joko Widodo yang berada di Lombok. Al-Sabah lalu berterima kasih pada Indonesia.
"Indonesia terima kasih banyak. Kami cinta kalian," ucap Al-Sabah dalam Bahasa Indonesia.

Secara mengejutkan, Al-Sabah lalu membentuk heart symbol dengan kedua tangannya. Aksinya ini mendapat sambutan meriah dari para penonton. "We will never forget you. You will always in our heart. Kalian selalu di hati," katanya.
Tak hanya sekali, Al-Sabah lagi-lagi membuat heart symbol di ujung pidatonya. Menurutnya, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang adalah kesuksesan yang bersejarah. "Indonesia, kami cinta kalian," ujar Al-Sabah sambil membuat hearth symbol.

Rikako Ikee, atlet terbaik Asian Games 2018
Rikako Ikee, atlet terbaik Asian Games 2018 (istimewa)

Atlet Terbaik

Sejarah baru pun tercipta di Asian Games 2018. Untuk kali pertama sepanjang sejarah Asian Games, ada atlet putri yang menyandang the most valuable player (MVP) atau pemain terbaik.

Atlet renang Jepang, Rikako Ikee, menjadi pemain terbaik atau MVP Asian Games 2018 karena prestasinya meraih medali terbanyak. Dia memenangi enam medali emas dan dua medali perak di Asian Games 2018.

Atas prestasinya itu, Dewan Olimpiade Asia (OCA), memberikan Ikee hadiah berupa uang 50.000 dolar AS pada Minggu (2/9/2018). Dengan demikian, Ikee sekaligus jadi perempuan atlet pertama yang merebut gelar MVP Asian Games.

Rikako berhasil meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Asian Games dengan catatan waktu 24.53 detik.Selama Asian Games 2018, Ikee memenangi semua nomor individual, yaitu gaya bebas 50 meter dan 100 meter, serta gaya kupu-kupu 50 meter dan 100 meter.

Atlet berusia 18 tahun itu juga menyabet emas untuk nomor beregu, yaitu 4x100 gaya bebas dan medley relay. Ikee melengkapi koleksi medalinya dengan 4x200 gaya bebas dan 4x100 medley relay campuran beregu.

Rikako memperpanjang tradisi Jepang menyumbang MVP Asian Games sejak gelar ini diperkenalkan pada 1998. Atlet Jepang yang juga pernah menjadi MVP adalah Koji Ito (atletik) pada 1998, Kosuke Kitajima (renang) pada 2002, dan Kosuke Hagino (renang) pada 2014.

Atlet lain yang juga pernah memenangi gelar MVP Asian Games ialah pebulu tangkis China, Lin Dan, pada 2010, dan perenang Korea Selatan, Park Tae-hwan (2006).

Ketua Umum PB GABSI dan Bambang Hartono
Ketua Umum PB GABSI dan Bambang Hartono ()

Bos BCA Tertawa Terima Rp 250 Juta

Prestasi gemilang para atlet pun dibalas setimpal negara. Pemerintah mengalokasikan Rp 210 miliar khusus bonus para pahlawan olahraga yang meraih medali emas, perak dan perunggu.

Termasuk Bambang Hartono, pria terkaya di Indonesia mendapatkan bonus Rp 250 juta dari pemerintah atas keberhasilannya menyabet medali perunggu dari cabang olahraga bridge di gelaran Asian Games 2018. Hartono kemudian diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara untuk bersilaturahmi dan penyerahan bonus kemarin.

Hal menarik terjadi, ketika Hartono, pemilik dari satu bank yang sangat populer di Indonesia, yakni Bank Central Asia atau BCA, menerima buku tabungan BRI berisi uang bonus. Meski menyandang status sebagai bos BCA, Bambang tak segan-segan untuk memperlihatkan buku tabungan BRI Britama yang baru saja diberikan oleh Presiden.

Para wartawan pun tak ketinggalan menggoda pria yang juga dikenal sebagai pemilik perusahaan rokok Djarum itu. Para wartawan, sambil tertawa, bertanya kepada Bambang "Oh, kok enggak lewat BCA ya pak?"

Bambang pun tertawa, lalu menjawab, "Iya ya, iya,". Bambang mengaku bonus yang diterimanya itu akan ia berikan seluruhnya untuk mengelola cabang olahraga bridge. "Uangnya saya akan kembalikan ke bridge untuk pembinaan. Seluruhnya," ungkap dia kepada wartawan.

Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah atas sistem pemberian bonus yang terbilang sangat cepat. "Bagus sekali, patut diapresiasi karena atlet tidak perlu lagi ke Jakarta untuk balik lagi menerima bonus. Ini sangat efisien," tambahnya.

Di Istana Negara, penyerahan bonus untuk atlet berprestasi diberikan secara simbolis oleh Presiden melalui buku tabungan Bank BRI Britama. Selain menjadi salah satu pemilik Grup Djarum, Bambang juga merupakan pemegang saham mayoritas Bank BCA.
Tak heran jika dihitung kekayaan Bambang Hartono bersama Budi Hartono sebesar 32,3 miliar dolar AS. Dengan kekayaan sendiri sebesar 16,7 miliar dollar AS, Bambang menjadi orang terkaya ke 75 dunia, versi majalah yang sama.

Bambang kini berusia 79 tahun. Ia bertanding di cabang olahraga Bridge. Bambang Hartono sudah lama menekuni olahraga ini. Ia berkali-kali bergabung dalam tim bridge Indonesia untuk kejuaraan internasional. Misalnya, tahun 2015, Bambang ikut tim yang menjuarai APBF Championship 2015.

Pemerintah menepati janjinya dengan memberikan bonus para atlet yang berhasil menyumbangkan medali di ajang Asian Games 2018. Sebelumnya dikabarkan tersebut akan cair setelah closing ceremony Asian Games 2018. Tetapi ternyata, Jokowi memberikan bonus tersebut lebih cepat dari perkiraannya.

Presiden Jokowi secara langsung menyerahkan bonus tersebut kepada para atlet dan pelatih yang mendapat medali di ajang Asian Games 2018. Presiden menyampaikan hal itu dalam Silaturahim Presiden Republik Indonesia dengan para Atlet dan Pelatih Nasional Peraih Medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018, sekaligus penyerahan bonus secara simbolis kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali.

Acara itu juga dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta pejabat terkait lainnya. Imam Nahrawi menjelaskan anggaran bonus tersebut berasal dari APBN dan Belanja Anggaran Bendahara Umum Negara yang diserahkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Dari negara. Ya pastilah lewat DIP kita. Untuk Asian Games kira-kira Rp 210 M. Nanti akan kita berikan sendiri untuk pelatih dan asisten pelatih. Bentuk non medali termasuk di situ. Itu untuk Asian Games. Asian Para Games lain lagi. Semua sama penyetaraan dan sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu," kata Imam. Imam mengatakan, besaran bonus untuk yang tak meraih medali tentu berbeda dengan atlet yang meraih medali. Masing-masing atlet yang tak dapat medali akan diberi bonus sebesar Rp 20 juta.

"Yang menarik adalah di tahun (ini) atlet yang tidak dapat medali juga diberikan bonus. Besarnya Rp 20 juta," kata Imam. Tak hanya uang, para atlet yang meraih medali juga berkesempatan diprioritaskan menjadi PNS dan mendapat rumah. Realisasi kebijakan ini akan segera dilaksanakan. "Secepatnya. Tapi begini, kalau PNS kan butuh waktu karena harus ada penyesuaian. Misalnya prajabatan," katanya.  (Tribun Network/kps/ktn/sen/wly/dwi/dan/lpc)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved