Tak Hanya Asian Games, China Juga Sering Borong Medali Olimpiade, Ini Metode yang Digunakan
Hingga pada Sabtu (1/9/2018), Cina sudah mengumpulkan 122 medali emas, 86 medali perak dan 62 medali perunggu...
TRIBUNMANADO.CO.ID - Cina menjadi raja di Asian Games 2018 setelah kokoh berada di puncak klasemen.
Hingga pada Sabtu (1/9/2018), Cina sudah mengumpulkan 122 medali emas, 86 medali perak dan 62 medali perunggu.
Total medali yang sudah diraih yakni 270 medali.
Jepang mengumpulkan 70 medali emas, 50 medali perak dan 73 medali perunggu.
Total yang didapat pun sebanyak 193 medali.
Lalu bagaimana bisa Cina selalu memborong medali pada ajang Asian Games?
Berikut rangkuman TribunSolo.com dari laman Quora terkait alasan kuat Cina selalu menjadi negara terkuat untuk memenangkan medali.
Pengenalan sejak dini
Atlet-atlet di Cina sudah dikenalkan sejak dini tentang olahraga Asia.
Seperti bulu tangkis, tenis meja, judo dan taekwondo.
Oleh karenanya atlet-atlet di Cina layaknya mewarisi budaya dalam olahraga tersebut.
Fokus peningkatan medali
Cina juga secara khusus memberi fokus untuk meningkatkan perolehan medali.
Hal tersebut terlihat dari kebiasaan Cina memanfaatkan peluang agar cepat melampaui negara-negara lainnya.
Cepat adaptasi
Cina juga memiliki trik ketika sebuah cabang olahraga baru ditambahkan pada sebuah olimpiade.
Mereka segera memastikan sumber daya manusianya dan menempatkan dana untuk pelatihan.
Terbukti saat trampolin ditambahkan sebagai cabang olahraga yang ditandingkan dalam Olimpiade 2000.
Mereka memenangkan medali emas dan perunggu dari atlet pria.
Sementara pada Olimpiade 2008, seorang atlet wanita meraih medali yang sama.
Dukungan pemerintah
Cina juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah serta warganya tentang olahraga.
Meski dana tidak setransparan negara-negara lain, namun bisa dipastikan dana untuk perkembangan olahraga di Cina sangat tinggi.
Dana ini biasanya digunakan sebagai gaji para atlet, pelatih terbaik, staf dan pembangunan fasilitas pelatihan yang besar.
Pelatihan terstruktur
Atlet di Cina memiliki 365 hari per tahun untuk menjalani pelatihan secara tim.
Dilatih secara tim akan membuat para atlet lebih siap untuk bekerja sama dengan pelatih nasional.
Mereka juga disebut-sebut lebih terampil.
Mengirim atlet wanita lebih banyak
Cina kerap mengirim atlet wanita dengan jumlah lebih banyak ketimbang atlet pria.
Terutama dalam olahraga tim.
Secara tradisional, atlet-atlet wanita diyakini lebih kuat bertanding.
Penghargaan untuk atlet
Cina memberikan penghargaan terbaik untuk para atletnya yang berjasa menyumbangkan medali.
Mulai dari memberikan fasilitas tempat tinggal dan pekerjaan.
Mereka juga menjamin kehidupan atlet setelah pensiun.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ist_20180901_223303.jpg)