Hingga Agustus 2018, BNNK Manado Rehabilitasi 16 Perempuan

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Manado terus membuka pintu bagi masyarakat yang ingin direhabilitasi.

Hingga Agustus 2018, BNNK Manado Rehabilitasi 16 Perempuan
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Kepala BNNK Manado, AKBP Eliasar Sopacoly 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Manado terus membuka pintu bagi masyarakat yang ingin direhabilitasi.

"Silakan melapor. Untuk rehabilitasi itu gratis dan tidak akan diproses hukum. Berbeda ketika terjaring saat operasi maka akan kami proses hukum," ujar Kepala BNNK Manado AKBP Eliasar Sopacoly, pada jumpa pers di Kantornya Jalan PM Tangkilisan Bumi Beringin Manado, Jumat (31/8/2018).

Lanjut AKBP Eliasar, BNNK melalui Rehabilitasi Korban Penyalahguna Narkoba untuk mengoptimalkan layanan rehabilitasi telah bekerjasama dengan Lembaga/Instansi Pemerintah yaitu Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Ratumbuysang serta Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat yaitu Yayasan Batamang Plus, Yayasan Bunga Bakung, LKKNU, RBM Sahabat Sehati.

Rehabilitasi merupakan salah satu poin penting dalam menekan angka prevalensi penyalahguna narkotika, selain dapat memulihkan penyalahguna, dengan rangkaian program rehabiltasi dapat mencegah penyalahguna terperosok lebih dalam pada candu narkotika serta mencegah agar mereka tidak kambuh kembali
(relapse).

"Melalui rehabiltasi massif ini diharapkan mantan penyalahguna narkoba dapat kembali hidup di tengah tengah masyarakat secara normatif, produktif dan dapat berfungsi secara sosial," ujar AKBP Eliasar Sopacoly

BNN Kota Manado dalam sejak 2015 sampai dengan Agustus 2018telah melaksanakan rehabilitasi sebanyak 513 Orang.

Berikut rinciannya, Pada Tahun 2015 Laki-Laki 188 orang dan perempuan 47 orang.

Tahun 2016, laki-Laki 57 orang dan perempuan 34 orang. Tahun 2017 laki-laki 72 orang dan perempuan 80 orang.

Tahun 2018 laki-Laki 19 orang, dan perempuan 16 orang.

Untuk di bulan Agustus, BNN Kota Manado telah melaksanakan asesmen dan konseling kepada 31 orang pelajar, Group Therapy Layanan Pascarehabilitasi Reguler terhadap 10 orang mantan korban penyalahguna narkoba, seminar pengembangan diri, dan Family Support Group.

Asesment Terpadu kepada dua tersangka Satuan Narkoba Polresta Manado, Koordinasi dan sosialisasi bahaya narkoba serta program rehabilitasi di Lingkungan Pendidikan yaitu di SMPN 7 Manado, SMPN 2 Manado, SMK PN Purna Bahari, SMKN 6 Manado, SMPN 11 Manado, SMPN 13 Manado.

"Dengan program 'jemput bola' ini dapat lebih cepat dan tepat untuk menyelamatkan korban penyalahgunaan narkoba melalui rehabilitasi sampai pulih," ujar AKBP Eliasar Sopacoly.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved