Keunikan Bridge Menurut Bert Polii
Menurut Wakil Ketua bidang teknik dan perwasitan Gabsi, Bert Toar Polii, Bridge memang olahraga unik.
Penulis: | Editor: Siti Nurjanah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menurut Wakil Ketua bidang teknik dan perwasitan Gabsi, Bert Toar Polii, Bridge memang olahraga unik. Menekuni olahraga bridge berarti masih bisa mengikuti kompetisi multi event sebesar Asian Games walaupun usia sudah lanjut.
"Usia emas atlet bridge itu sekitar 4 0 tahun ke atas dan tanpa batas," katanya
Ia mengatakan, di AG kali ini ada lima atlet yang berusia 79 ke atas. Yang paling tua dari Philippina.
"Yang Filipina usianya 85 tahun," katanya.
Ia mengatakan, yang tua satu dari Indonesia, satu dari Singapore, satu dari India, dan satu dari Malaysia .
"Bahkan di Kejuaraan Dunia tahun 2017 di Lyon Perancis, Garozzo yang sudah berusia 90 tahun masih mewakili negaranya Italia," katanya
Ia mengatakan, hal unik lainnya hampir tidak Presiden Induk Organisasi yang juga ikut tanding sebagai atlet. Di Asian Games ini ada beberapa Presiden yang tanding.
"Pertama adalah Esther Sopopnpanich President Asia Pacifik Bridge Federation. Ia meraih medali perak di nomor beregu mixed team," katanya.
Ia mengatakan, ada juga Bambang Hartono President South East Asean Bridge Federation. Hartono meraih medali perunggu di beregu Super Mixed.
"Derek Zen President Hongkong Contract Bridge League yang meraih medali perak di beregu putra. Chua Gang President Singapore Contract Bridge Association dan KT Yang President Philippines Bridge League," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/suasana-pertandingan-bridge_20180830_091822.jpg)