Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Alasan Kenapa Ma'ruf Amin Pilih Nonaktif Sebagai Ketum MUI

Ma'ruf memilih nonaktif guna menjaga independensi lembaga para ulama tersebut

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Calon Wakil Presiden, Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin memilih nonaktif sebagai Ketum MUI.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) H Zainut Tauhid Sa'adi.

Ma'ruf memilih nonaktif guna menjaga independensi lembaga para ulama tersebut.

Zainut, melalui rilis pers yang diterima pada Rabu (29/08/2018), mengatakan, sejak ditetapkan sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo, Ma'ruf sudah berketetapan nonaktif dari ketua umum. "Sikap itu ditegaskan lagi oleh Kiai," kata Zainut seperti dikutip Antara.

Menurut Zainut, tampuk kepemimpinan MUI akan diemban oleh dua Wakil Ketum, yakni Prof Dr Yunahar Ilyas dan dirinya. "Jadi roda organisasi tetap berjalan normal seperti biasa meski ketum kita nonaktif," kata Zainut.

Menurut dia, keputusan tersebut semata-mata didasari pertimbangan agar posisinya sebagai calon wakil presiden tidak menimbulkan pro-kontra di masyarakat, termasuk di internal MUI.

"Beliau ingin fokus mengerjakan amanat karena dipercaya sebagai cawapres Jokowi, sebagaimana fokusnya beliau mengabdi di MUI selama ini," tambahnya.

"Sebenarnya tidak ada aturan organisasi yang mengharuskan beliau nonaktif selama masa pencalonan. Namun dengan kearifannya, beliau melakukan itu," kata Buya Anwar, sapaan akrabnya.

Langkah yang ditempuh KH Ma'ruf itu diharapkan bisa menjadi teladan yang baik bagi seluruh jajaran pengurus MUI di berbagai tingkatan.

"Keteladanan itu menjadi penting, tidak hanya melihat aturan tertulis, tapi juga fatsoen politiknya," kata aktivis senior PP Muhamammadiyah itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ma'ruf Amin Nonaktif sebagai Ketua Umum MUI", https://nasional.kompas.com/read/2018/08/29/12554871/maruf-amin-nonaktif-sebagai-ketua-umum-mui.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved