Bank Balapan Kembangkan Digital Banking

Perbankan berusaha memacu dana murah dan fee based income serta mengefisienkan biaya

ISTIMEWA
Ilustrasi digital banking 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA-Perbankan berusaha memacu dana murah dan fee based income serta mengefisienkan biaya. Satu di antaranya dari bisnis digital banking. Strategi mereka antara lain meluncurkan produk dan layanan baru di segmen ini.

Indra Utoyo, Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengatakan, pihaknya berencana akan meluncurkan produk digital banking baru pada semester II 2018. Produk baru ini terkait dengan pinjaman mikro, ritel dan konsumer. Produk ini diharapkan bisa meningkatkan nasabah dan bisnis kredit mikro ritel dan konsumer.

Nantinya produk digital banking ini juga mendukung teknologi omni channel atau sistem banyak channel. Fitur digital banking yang akan diluncurkan BRI ini akan menggunakan teknologi terbaru yaitu biometrik. "BRI menganggarkan investasi sebesar Rp 500 miliar untuk produk digital banking ini," kata Indra, pekan lalu.

Bank Central Asia (BCA) juga akan meluncurkan layanan digital banking baru. Produk digital banking ini nantinya akan mendukung transaksi perbankan di e-commerce. "Layanan ini akan mendukung transaksi kartu kredit, debit dan bank transfer," kata Vera Eve Lim, Direktur Keuangan BCA, Senin (27/8).

Selain itu layanan baru ini juga bisa mendukung transaksi settlement. Sayang Vera belum mau merinci terkait layanan digital banking baru ini. Diharapkan layanan baru ini bisa rilis pada Oktober 2018.

Santoso, Direktur BCA menambahkan, dengan salah satunya dari digital banking dana murah bank BCA ditargetkan bisa tumbuh sebesar 9 persen sampai 11 persen secara year on year (yoy) sepanjang tahun ini.

Budi Satria, Direktur Konsumer PT Bak Tabungan Negara (BTN) mengatakan, dengan semakin aktif nasabah menggunakan digital banking, harapannya bisa meningkatkan saldo tabungan. Dan pada akhirnya meningkatkan dana murah. Tahun ini BTN menargetkan pertumbuhan fee based income sekitar 20 persen secara yoy. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengeluarkan peraturan OJK (POJK) mengenai penyelenggaraan layanan perbankan digital oleh bank umum. Aturan ini tertuang dalam POJK No. 12/POJK.03/2018.

POJK ini diatur mengenai beberapa layanan digital banking seperti video banking dan layanan pengajuan kredit rumah kepada nasabah. Selain itu bank juga bisa membuka layanan pengajuan kredit perumahan ke nasabah. Layanan ini bisa melalui aplikasi dengan otorisasi transaksi dengan sidik jari.

Direktur Keuangan, Tresuri, FI dan Pendanaan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Arief Harris Tandjung mengatakan, aturan ini akan mendorong perkembangan aplikasi Jenius milik bank ini ke depan. Hingga Juni 2018, Jenius memberikan kontribusi 1,5-1,8 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) .

Pada separuh pertama 2018, DPK BTPN tumbuh 4 persen yoy menjadi Rp 71,99 triliun. BTPN juga melakukan kerja sama dengan dua perusahaan teknologi finansial untuk mengembangkan bisnis ini.(ktn)

Editor:
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved