Segmen Penjaminan Kredit Produktif Terus Dipacu

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong lembaga keuangan, termasuk perusahaan pembiayaan, untuk menyalurkan kredit

Segmen Penjaminan Kredit Produktif Terus Dipacu
tribunnews
Logo OJK 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong lembaga keuangan, termasuk perusahaan pembiayaan, untuk menyalurkan kredit lebih besar ke sektor-sektor yang produktif. Industri penjaminan kredit pun diprediksi akan ikut ketiban berkah, jika permintaan OJK itu berjalan.

Selama ini, sektor usaha produktif memang salah satu segmen langganan untuk digarap para pelaku usaha penjaminan. Tentunya, bila pembiayaan ke segmen ini makin digenjot, bisnis penjaminan kredit produktif pun bakal semakin terangkat.
Khususnya kredit yang mengucur kepada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah alias UMKM.

"Selama ini segmen tersebut memang merupakan target pasar utama dari industri penjaminan," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Dian Askin Hatta akhir pekan lalu.

Di sisi lain, pelaku bisnis penjaminan pun semakin keranjingan untuk menjamin kredit di segmen produktif. Hal ini terlihat dari meningkatnya porsi segmen ini terhadap total outstanding penjaminan kredit yang dimiliki pelaku usaha.

OJK mencatat per akhir semester pertama tahun ini, nilai total outstanding penjaminan kredit sebesar Rp 220,7 triliun. Jumlah ini mengalami lompatan setinggi 46,2% secara year on year.

Di tengah lonjakan angka penjaminan kredit tersebut, porsi yang dijamin dari kredit produktif ikut menggemuk. Jika di akhir semester pertama 2017 sebesar 57%, maka di akhir Juni 2018 menjadi 59%, atau setara Rp 130,1 triliun.

Sebelumnya OJK memasukan rencana mendorong pembiayaan ke sektor produktif dalam paket kebijakan untuk mendorong peningkatan ekspor dan perekonomian nasional belum lama ini.

Menurut Dian, ada beberapa faktor yang bisa memacu bisnis penjaminan kredit di segmen produktif dengan memanfaatkan kebijakan tersebut. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga di tahun ini.

Kondisi ini biasanya diikuti oleh pertumbuhan bisnis yang dialami kalangan UMKM. Lalu kebutuhan dana dari pengusaha di segmen ini akan ikut meningkat seiring keperluan untuk memperbesar usaha. Dus, potensi penjaminan kreditnya pun makin besar.

Di sisi lain, pelaku usaha penjaminan kredit pun, ia nilai, semakin aktif melakukan penetrasi pasar. Termasuk untuk mengedukasi nasabah mengenai manfaat dari produk industri penjaminan.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved