Fariz RM Sering Transaksi Narkoba di Mal
Penyanyi senior Fariz RM ternyata melakukan transaksi narkotika di beberapa tempat, salah satunya di tempat umum yakni mal.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penyanyi senior Fariz RM ternyata melakukan transaksi narkotika di beberapa tempat, salah satunya di tempat umum yakni mal.
Hal tersebut terungkap setelah Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono yang mewakili Polres Metro Jakarta Utara, membeberkan cara itu melalui konferensi pers kasus Faris RM, Minggu (26/8).
Ada beberapa opsi yang disebutkan Argo Yuwono ketika Fariz RM membeli narkoba untuk dikonsumsi secara pribadi. "Transaksinya pun kadang-kadang di rumahnya, kadang-kadang di studionya, kadang-kadang di mal Gandaria," ujar Argo.
Argo Yuwono menuturkan Fariz RM rutin membeli narkoba dari tersangka AH yang telah ditangkap Satgas Narkoba Polres Jakarta Utara terlebih dahulu. "Tersangka F dapat (narkoba) dari AH," kata Argo Yuwono.
Dalam kurun waktu seminggu, Fariz RM memesan barang haram tersebut bisa mencapai dua kali. "F pesan hampir seminggu dua kali," tuturnya.
Kombes Pol Argo Yuwono juga menjelaskan saat ditangkap Fariz tengah mengantongi sabu di saku celananya. Berat bruto sabu yang dikantonginya secara keseluruhan 0,9 gram. "Kami menemukan tersangka F di sakunya satu ampul di saku belakang, satu di saku depan," ungkap Argo Yuwono.
Minta Maaf
Sambil menundukkan kepala dan bicara terbata-bata, musisi Fariz Rustam Munaf alias Fariz RM mengakui kesalahannya telah menyalahgunakan narkotika.
Suami Oneng Diana Riyadini ini mengatakan permintaan maafnya atas kesalahannya mengonsumsi narkoba saat polisi menghadirkannya di hadapan media, di Mapolres Metro Jakarta Utara.
"Apa yang saya perbuat semua itu salah. Saya memohon untuk jangan meniru apa yang saya sudah perbuat. Saya meminta maaf, dan saya akui kesalahan saya," kata Fariz RM.
Lantas, untuk apa pelantun Barcelona ini mengonsumsi barang haram tersebut? Kepada petugas, Fariz RM mengaku mengonsumsi sabu hanya untuk kepentingan pribadinya. Argo Yuwono menuturkan, Fariz RM mengonsumsi sabu untuk menjaga daya tahan tubuh.

"Yang seperti ini sangat salah dan keliru. Sabu bukan untuk menjaga daya tahan tubuh. Malah bisa menggunakan alternarif lain seperti minum vitamin atau berolahraga.
Yang seperti ini tak patut dicontoh masyarakat. Jadi semua masyarakat tolong pahami, sabu itu tak untuk menjaga daya tahan tubuh," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.
Argo Yuwono mengatakan, Fariz RM mengkonsumsi sabu karena umurnya sudah tua dan banyak job. "Ya pengakuannya FRM karena sudah tua, dan daya tahan tubuhnya menurun.
Belum lagi ada banyak job. Sehingga, FRM pun pilih konsumsi sabu yang menurut dia bisa menjaga daya tahan tubuh, padahal salah besar. Sayang kan, cuma karena narkoba, FRM kembali ketemu bui. Ini pembelajaran," ucapnya.
Keluarga Khawatir
Kembali tertangkapnya Fariz Rustam Munaf, atau yang akrab dikenal dengan Fariz RM karena kasus narkoba membuat keluarga khawatir pada kesehatan sang bunda. Kediaman orang tua di Jalan Pinguin, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), dijaga ketat.
Sebanyak empat sekuriti terlihat berjaga di depan palang kompleks. Mereka menanyakan maksud dan tujuan setiap orang yang hendak masuk ke Jalan Pinguin. Saat Tribun mencoba masuk, pihak sekuriti melarang. Hal itu sesuai permintaan pihak keluarga orang tua Fariz RM.
"Mohon pengertiannya ya," ujar petugas sekuriti tersebut. Sekuriti menyebut pihak keluarga meminta agar wartawan tidak diperkenankan masuk, karena khawatir mengganggu pihak keluarga.

Keluarga khawatir kesehatan sang ibunda Fariz RM akan terganggu kalau banyak yang menanyakan soal penangkapan Fariz RM. Penjagaan ketat itu dimulai sejak penangkapan Fariz RM oleh aparat Polrestro Jakarta Utara, pada Jumat (24/8) karena dugaan penggunaan narkoba.
Fariz RM tak lagi mendiami rumahnya yang berada di Jalan Camar, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangsel sejak bebas dari penangkapan terakhirnya pada tahun 2015 silam.
Darma, salah satu warga sekitar rumah Fariz yang di Jalan Camar, mengatakan Fariz sudah lama tinggal bersama orang tuanya. "Sekarang dia tinggal sama orang tuanya di (Jalan) Pinguin," ujarn Darma, salah seorang warga sekitar Jalan Camar.
Rumah bercat abu-abu itu terlihat kosong tak berpenghuni. Pelataran rumah tanpa pagar itu digunakan sebagai tempat parkir beberapa mobil milik penghuni sekitar. (Tribun Network/sar/jsy/wly)