Neno Warisman Diadang Massa

8 Fakta Peristiwa Neno Warisman Diadang di Gerbang Bandara Pekanbaru

Ratusan orang mengadang, tokoh penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman di gerbang Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK)

8 Fakta Peristiwa Neno Warisman Diadang di Gerbang Bandara Pekanbaru
google
Neno Warisman 

Tak lama setelah itu, Mursal diamankan petugas kepolisian karena dianggap memancing keriuhan. Mursal dibawa ke sebuah mobil oleh sejumlah petugas.

Baca: Inilah Daftar Lengkap Harta Kekayaan Prabowo, Jokowi, Sandiaga hingga Maruf

5. Polisi membubarkan paksa massa yang sudah anarkis

 Mobil yang ditumpangi Neno Warisman dihadang sejumlah massa di gerbang Bandara SSK II Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8/2018).

Situasi mulai tak kondusif. Ditambah lagi dengan massa yang melakukan pelemparan botol minuman ke arah mobil yang ditumpangi Neno Warisman

Petugas gabungan mulai geram melihat aksi massa tersebut. Akhirnya, petugas membubarkan paksa massa tersebut. Petugas mengejar massa hingga ke Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Kaharuddin Nasution.

Beberapa menit kemudian, datang sekelompok massa yang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Melayu Riau yang ingin membebaskan Neno Warisman. Usaha massa tersebut tidak dihalangi petugas keamanan.

Sekitar pukul 17.30 WIB, situasi di gerbang bandara kian memanas. Sekelompok pemuda terlibat bentrok. Para pemuda ini diduga massa yang pro dan kontra terhadap deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru.

Bentrokan itu cepat diamankan petugas keamanan. Petugas juga terlihat mengejar sekelompok pemuda yang ada di sekitar lokasi bentrok tersebut. Petugas juga sempat melarang wartawan untuk meliput kondisi ricuh tersebut.

Baca: Capres-Cawapres Lolos Pemeriksaan Kesehatan, Ini Kisah Gus Dur yang Tak Lolos saat Pilpres 2004

6. Beberapa ormas mencoba menjemput Neno Warisman 

Petugas kepolisian melakukan pengamanan ketat di gerbang Bandara SSK II <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/pekanbaru' title='Pekanbaru'>Pekanbaru</a>, Riau, pasca pengadangan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/neno-warisman' title='Neno Warisman'>Neno Warisman</a>, Sabtu (25/8/2018).

Kemudian massa yang ingin menjemput Neno Warisman berupaya membujuk pihak kepolisian. Beberapa kali dilakukan negosiasi, permintaan itu tidak dikabulkan oleh polisi, karena pertimbangan masalah keamanan. Polisi pun memasangi garis polisi di sekitar mobil yang ditumpangi Neno Warisman

Azan magrib berkumandang. Situasi tenang. Massa FPI dan Laskar Melayu Riau salat berjamaah di jalan dekat gerbang bandara.

Usai salat, salah satu tokoh pemuda Riau, Budi Febriadi yang ingin menjemput Neno Warisman kembali bernegosiasi dengan kepolisian. Namun, permintaan itu tetap tak dikabulkan.

"Kita pada hari ini (kemarin) seluruh elemen masyarakat, FPI, Laskar Melayu, pengusaha dan lainnya menjemput Bunda Neno ke daerah kita," ucap Budi saat diwawancarai wartawan.

Dia terus terang mengaku tidak terlibat dengan partai politik mana pun. Bahkan dia juga mengatakan bukan calon legislatif mana pun.

"Awalnya saya tidak ikut campur pada urusan masalah (deklarasi #2019GantiPresiden) ini dan masyarakat pun begitu. Tetapi begitu mendengar kabar bahwa bandara dikuasai oleh orang yang mengatasnamakan orang Riau, lalu kemudian membakar-bakar ban di hadapan aparat dengan senang hatinya. Maka sebab itulah kami datang ke sini menyatakan bahwa tuan negeri itu adalah kami. Dan kami tidak mau diwakili oleh tabiat merek itu," ucap Budi.

Dia mengatakan, di dalam mobil yang tertahan itu bukan hanya Neno Warisman. Akan tetapi ada seorang putri lambang perjuangan Riau, Ongah Tabrani Rab, yang sejatinya putri mahkota Riau untuk kesejahteraan.

"Oleh sebab itu, tidak ada siapa nak bermusuhan pada acara (deklarasi #2019GantiPresiden) ini. Maka dari itu, mari kita damai," ucap Budi.

Sekitar pukul 19.30 WIB, massa yang ingin membebaskan Neno Warisman masih tetap bertahan. Sehingga, petugas gabungan dari kepolisian, TNI dan Brimob Polda Riau melakukan pembubaran paksa terhadap massa.

Baca: 7 Fakta Pengakuan Fadli Torindatu, Pembunuh Pasangan Pendeta di Malalayang 9 Tahun Silam

7. Neno Warisman kembali naik ke pesawat

Meski dua kubu massa dibubarkan, petugas masih tetap tidak melepaskan Neno Warisman melanjutkan kegiatannya di Pekanbaru, dengan pertimbangan keamanan.

Sekitar pukul 22.30 WIB, Neno Warisman terpaksa kembali pulang ke Jakarta. Sekitar tujuh jam Neno tertahan di gerbang bandara. Proses evakuasi dilakukan pengawalan ketat oleh petugas gabungan.

Sebelum meninggalkan Bumi Lancang Kuning, Neno Warisman menyampaikan pernyataan yang beredar video di grup WhatsApp.

"Akhirnya, teman-teman semuanya saya mengajak kabinda untuk tidak kasar. Dan saya mau shalat dulu dua rakaat," kata Neno.

"Sebelumnya memang dilakukan pemulangan, dipulangkan. Dipaksa pulang tepatnya. Sekarang saya menuju ke dalam pesawat. Dan sekarang kita sudah mencoba untuk bertahan," ujarnya.

Baca: 6 Fakta Menarik tentang Pebulutangkis Jonatan Christie, Pernah Main FIlm

8. Aktivitas bandara tidak terganggu

 Petugas kepolisian dan TNI melakukan pengamanan terhadap Neno Warisman di gerbang Bandara SSK II Pekanbaru, Riau, pasca penghadangan sekelompok massa, Sabtu (25/8/2018).

GM PT Angkasa Pura Jaya Tahoma Sirait mengatakan, pengadangan Neno Warisman tidak menggangu aktivitas di Bandara SSK II Pekanbaru

Namun, dia menegaskan, masyarakat yang melakukan demo di kawasan gerbang bandara sebenarnya dilarang, karena objek vital.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa bandara sebagai objek vital nasional, oleh UU Nomor 9 Tahun 1998 termasuk tempat yang dilarang untuk melakukan kegiatan unras atau sejenisnya," terang Jaya.

Dia menambahkan, pengaturan dan pengamanan di luar bandara sepenuhnya oleh kepolisian dan TNI.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bandara SSK II," ucap Jaya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "8 Fakta Peristiwa Neno Warisman Dihadang di Pekanbaru hingga Kembali ke Jakarta", https://regional.kompas.com/read/2018/08/26/07212831/8-fakta-peristiwa-neno-warisman-dihadang-di-pekanbaru-hingga-kembali-ke.
Penulis : Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung
Editor : Ana Shofiana Syatiri

Editor: Aldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved