Wamen ESDM Singgung Hak Partisipasi BUMD
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menerangkan tentang hak partisipasi blok migas untuk daerah sebesar 10 persen kepada BUMD.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menerangkan tentang hak partisipasi (Participating Interest/PI) blok migas untuk daerah sebesar 10 persen kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan Asosiasi Pengelola ESDM di hotel Four Points Manado, Kamis (23/08/2018).
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 37 tahun 2016.
Aturan itu dibuat, supaya daerah dapat ikut menikmati hasil dari kekayaan migasnya.
"PI sebesar 10 persen harus dimiliki oleh BUMD. Nah karena sebagai BUMD dikatakan dalam peraturan kita BUMD terdiri dari dua pemilik, 99 persen BUMD dan 1 persen boleh milik perusahaan afiliasi milik BUMD. Jadi 100 persen BUMD," kata Arcandra.
Arcandra menegaskan, PI 10 persen itu tidak bisa diberikan kepada koperasi.
Dalam aturan tersebut juga dijelaskan bahwa seluruh PI 10 persen harus dirasakan manfaatnya oleh daerah.
"Tidak ada lagi 10 persen dibagi ke sana-sini," beber Arcandra.
Pemprov telah secara optimal mendorong upaya pengelolaan di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutan yang disampaikan Sekprov Edwin Silangen, pada Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Dinas Pengelola ESDM Provinsi se-Indonesia di Hotel Four Points, Manado, Kamis (23/08/2018) siang.
"Upaya itu dilakukan dengan cara menemukan potensi energi baru yang terbarukan sebagai sumber investasi daerah, menjamin ketersediaan energi listrik dan BBM bagi daerah yang membutuhkan. Desa belum memiliki listrik, pulau kecil terpencil dan daerah perbatasan, serta upaya pembangunan sarana dan prasarana sektor ESDM yang memadai, berdaya guna dan berhasil guna sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," kata Silangen.
Optimalnya pengelolaan sektor ESDM di Sulut juga didukung dengan kondisi Sulut, kata Silangen, Bumi Nyiur Melambai ini termasuk wilayah yang memiliki sumber daya mineral besar dan tersebar.
"Demikian halnya dengan sumber daya tanah, sumber daya air dan sumber daya energi terbarukan, jika dikelola dengan baik dan benar akan mendatangkan investor serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor ESDM," ungkap Silangen.
Selain itu, di hadapan seluruh peserta Rakornas, Silangen juga mempromosikan keindahan alam Sulut sekaligus mengapresiasi Kementerian ESDM yang telah memilih Sulut sebagai tempat penyelenggaraan Rakornas.
"Saya ucapkan terima kasih kepada segenap jajaran Kementerian ESDM serta Asosisasi Dinas Pengelola ESDM Provinsi se Indonesia yang telah yang telah memilih Sulut sebagai tempat pelaksanaan agenda nasional yang sangat strategis ini. Kiranya keramahtamahan dan keindahan panorama alam Sulut, akan turut memberikan kesan dan warna tersendiri selama pelaksanaan kegiatan di daerah ini," ujar Silangen.
Adapun pertemuan itu turut dihadiri oleh Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, Kepala Dinas ESDM Sulut Bach A Tinungki, perwakilan Dewan Energi Nasional dan seluruh Kepala Dinas ESDM se-Indonesia. (Tribun Manado/Ryo Noor)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pertemuan-dengan-asosiasi-pengelola-esdm_20180823_210548.jpg)