Olly Serahkan Sapi Kurban dari Jokowi: Sulut Rayakan Iduladha 1439 H
Presiden Joko Widodo dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyalurkan 51 sapi kurban di Sulut.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Presiden Joko Widodo dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyalurkan 51 sapi kurban di Sulut. Bersama ribuan hewan kurban lainnya akan dibagikan kepada orang tak mampu pada peringatan Hari Raya Iduladha 1439 Hijriah atau Rabu (22/8/2018) Masehi.
Penyerahan sapi kurban dilakukan secara simbolis di halaman belakang Kantor Gubernur Sulut, Selasa kemarin. Sapi kurban diserahkan ke masjid yang tersebar di kabupaten dan kota. Dari jumlah 51 ekor ini, seekor di antaranya merupakan sapi kurban dari Presiden Jokowi.
Sapi tersebut diberikan ke pengurus Masjid Nur Jannah, Desa Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Gubernur Olly mengatakan, Hari Raya Kurban merupakan waktu bagi umat Islam yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan ibadah kurban. Esensi dari ibadah kurban itu adalah untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan.
"Penyerahan hewan kurban ini adalah bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Sambil mengungkapkan rasa syukur dan ketakwaan, serta keinginan untuk saling berbagi dengan sesama dalam wujud penyembelihan hewan kurban," ucap Olly.
Gubernur menyampaikan, penyerahan hewan kurban kepada umat Islam di Sulut dapat dimaknai sebagai wujud kepedulian dan perhatian Pemprov Sulut kepada segenap umat Muslim yang akan yang akan merayakan hari raya.
"Momentum ini hendaknya dapat dimaknai sebagai upaya kita bersama untuk saling mendekatkan diri dalam nuansa kekeluargaan antarsesama, yang hidup dalam keberagaman dan pluralitas. Usaha kita dalam rangka tetap menjaga dan semakin memantapkan Sulut sebagai barometer kerukunan hidup antarumat beragama di Indonesia bahkan dunia," ungkap Olly.
Ia berpesan agar hewan kurban dapat diteruskan bagi yang berhak menerima, yakni fakir miskin, para janda dan kaum duafa.
Di Kabupaten Minahasa Tenggara, sebanyak 34 sapi dan kambing dikurbankan Pemerintah Kabupaten. "Dari 34 ekor hewan kurban, dibagi 17 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Untuk sapi dua di antaranya dari Gubernur Sulut," kata Pdt Tely Lelengboto, Panitia Hewan Kurban Pemkab Mitra.
Aksi kurban Pemkab Mitra di bawah pengawasan langsung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Bupati Mitra James Sumendap diwakili Kadis Lingkungan Hidup Tommy Soleman menyeserahkan secara simbolis kepada perwakilan masjid. Penyerahan kurban disaksikan Ketua FKUB Pdt Ventje Paat bersama pengurus, Kadis Kelautan dan Perikanan Vecky Monigir dan Kabag Kesra Johny Kolunug.
"Hewan kurban ini merupawan bentuk dan wujud kepedulian Bupati Mitra kepada mereka yang membutuhkan, terutama para kaum duafa," kata Soleman.
Rusli Mamonto yang diberi mandat Bupati Sumendap untuk mencari hewan kurban menambahkan, harga sapi di kisaran Rp 12 juta sampai Rp 13 juta. "Hewan kurban sapi harus sudah berusia dua tahun, memiliki tanduk, bersih dari luka dan kambing minimal enam bulan dan tanduknya sudah bisa digenggam. Untuk sapi paling berat 100 kilogram," urai Rusli.
Dinas Pertanian Mitra melalui Bidang Peternakan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 34 hewan jenis sapi dan kambing. Pihak terkait akan turun langsung padapelaksanaan kurban hari ini. "Pemeriksaan kurban sudah layak untuk dikurbankan dan dikonsumsi masyarakat, setelah melalui pemeriksaan oleh dokter hewan," kata Donald Lumingkewas, Kabid Peternakan.
Pemkab Boltim menyiapkan 13 ekor sapi dan seekor kambing kurban. "Jumlah sementara sudah ada 13 ekor sapi dan 1 ekor kambing dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Boltim. Jumlahnya masih bisa bertambah karena sesuai data tahun lalu jumlah hewan kurban yang terhimpun lebih dari itu," tutur Kepala Bagian Kesra, Nurtini Modeong, Selasa kemarin.
Kata dia, hewan kurban akan diserahkan ke sejumlah desa di tujuh kecamatan. "Pembagiannya nanti disesuaikan, diprioritaskan untuk desa yang tahun lalu tidak menerima hewan kurban. Kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berhak," ujarnya.
Ia menambahkan, Salat Iduladha dipusatkan di Masjid Firdaus Desa Togid. "Bupati akan salat Id di Masjid Firdaus, Desa Togid, Kecamatan Tutuyan. Wakil Bupati ditetapkan di Kecamatan Modayag Bersatu, lokasinya nanti akan ditentukan bersama oleh Pemerintah Kecamatan Modayag dan Kecamatan Modayag Barat," ujar dia.
Kasubag Pemberitaan Boltim, Satriadi Tunggil mengatakan, hewan kurban dari bupati, wakil bupati dan sekda belum terkonfirmasi.
Pemkab Bolmong menyiapkan 15 ekor hewan kurban. Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Bolmong, Farida Mooduto mengatakan, total 15 sapi yang disiapkan. Bantuan dari Gubernur Olly 2 ekor, Pemkab Bolmong 6 ekor, dan sumbangan pribadi Bupati Yasti Soepredjo 7 ekor.
Farisa menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Olly dan Bupati Yasti. "Kurban yang nantinya dibagikan dapat diterima oleh para kaum duafa, anak yatim-piatu, dan janda," katanya. Ia berharap dalam pelaksanaan Idul Adha para jemaah berlomba-lomba mengikuti sholat bersama di Lolak dan dilanjutkan pemotongan kurban.
"Walau sedikit tidaklah apa-apa, asalkan kita ikhlas menerima. Meski hanya seutas doa bukanlah kendala untuk berkurban. Semoga bisa terwujud tahun berikutnya. Selamat Hari Raya Kurban," ucap Farida.
Pemkot Manado memberi bantuan 11 ekor sapi. Wakil Wali Kota Manado Mor D Bastiaan menyerahkan bantuan PHBI di Lapangan Sparta Tikala. Mor meminta maaf, bantuan Pemkot ini belum bertambah, sesuai janji tahun lalu.
Ketua PHBI Manado, Amir Liputo berterima kasih atas bantuan Pemkot Manado. Ia memaklumi karena Pemkot Manado tengah menangani event Manado Fiesta 2018. Pemkab Minut tidak ketinggalan. "Pemkab Minut menyiapkan 10 ekor sapi, dan ada dua ekor sapi tambahan dari pribadi Bupati Minut," kata Chresto Palandi, Kabag Humas Pemkab Minut.
Ia mengatakan, hewan kurban sapi diserahkan di masjid di tiap kecamatan. "Kalau Bupati Minut rencananya akan ke Masjid Diponegoro, Istiqlal, Nurul Ikhlas, dan Al Mushinin, tinggal menyesuaikan nantinya," ujar dia.
Harga Sapi Tembus Rp 35 Juta
Sebanyak 307 hewan kurban disembelih di Kotamobagu. Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kotamobagu, Sande Dondo mengatakan, sapi 233 ekor sapi dan 74 ekor kambing.
"Data ini sudah sesuai dari seluruh 33 perangkat desa/kelurahan di Kotamobagu, melalui surat edaran yang dilayangkan waktu lalu," ujar Sande, Selasa kemarin.
Penyumbang kurban dari setiap SKPD Pemkot Kotamobagu, yakni 15 ekor sapi. Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) satu ekor, Dinas Perhubungan (Dishub) satu ekor, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) satu ekor, Dinas Pemuda dan
Olahraga (Dispora) satu ekor, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) satu ekor dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) 2 ekor.
Lanjutnya, Bagian Umum satu ekor, Sekretariat Daerah satu ekor dan empat kecamatan masing-masing satu ekor. Hewan itu akan disembelih di setiap desa/kelurahan.
Ridwan Lihawa, pedagang hewan kurban, mengatakan, harga sapi dari harga Rp 9 juta sampai Rp 35 juta per ekor. Sedangkan kambing Rp 2 juta hingga Rp 4,5 juta per ekor.
"Harga sapi di Kotamobagu tahun ini mengalami kenaikan, sebab sulitnya mencari sapi," ujar Ridwan.
Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), jumlah hewan kurban terus bertambah. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Ekafrie Van Gobel, mengatakan, data sementara, ada 219 ekor kurban terbagi 212 ekor sapi dan tujuh ekor kampung.
Eka, sapaan akrabnya, mengatakan saat ini, masih menunggu laporan dari tiga kecamatan. Kata dia, bantuan sapi dari bupati dan wakil bupati dilaporkan secara tersendiri. "Dilaporkan tersendiri," ujarnya.
Bupati Minsel Christiany Paruntu dan Wakil Bupati Franky Wongkar ikut menyumbangkan sebanyak 4 ekor sapi.
Kabag Humas dan Protokoler Minsel, Henri Palit mengutarakan, keempat hewan sapi. Pemprov Sulut juga akan menyerahkan sebanyak dua ekor sapi. "Pemkab Minsel atas nama ibu bupati dan bapak wakil bupati mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha bagi masyarakat yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin," ucap dia.
Ekonomi Daerah Bergairah
Penjualan hewan kurban menjelang Iduladha menggairahkan ekonomi daerah. Masyarakat peternak hewan kurban seperti sapi dan kambing bahagia karena harga relatif naik jelang hari raya.
Aktivitas ini sudah rutin dilakukan setiap tahun. Masyarakat peternak semakin tertarik dengan bisnis ini. Karena di hari jelang Iduladha seperti ini hewan kurban agak langka, banyak dicari orang.
Masyarakat harus menyediakan permintaan sapi dan kambing bukan hanya untuk Iduladha tetapi untuk keperluan harian. Banyak juga yang membutuhkan.
Biasanya peternak sapi dan kambing sudah menyediakan hewan kurban sejak tiga tahun sebelumnya.
Harus dipelihara terlebih dahulu sampai di lima tahun depan. Saat Iduladha ternak yang terjual banyak.
Begitu juga dengan peternak akan semakin banyak. Itu juga akan membuat pendapatan nasional semakin meningkat. Penjualan hewan kurban semakin lama semakin menjanjikan. Harganya setiap tahun pasti ada kenaikan. Hal itu yang membuat banyak orang suka sehingga menjadi peternak. Setiap tahun banyak yang membeli dan menjual.
Untuk bisnis ini diharapkan pemerintah dapat memotivasi masyarakat agar semakin mau beternak sapi dan kambing. Dimotivasi dengan pemberian bantuan vaksin dan modal. Setahu saya itu tertata pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulut maupun APBN.
Dokter Hewan Turun ke Desa-desa
Kesehatan hewan kurban tak luput dari perhatian pemerintah.
Petugas dari Bidang Produksi Ternak, Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Mereka memeriksa fisik sapi dan kambing.
Kadis Pertanian Bolmong, Raymond Ratu mengatakan, anggotanya sedang berada di lapangan melakukan pemeriksaan hewan yang akan disembelih.
"Dokter hewan masih melakukan pemeriksaan fisik ke hewan kurban yang telah disumbangkan para donatur ke Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Bolmong dan bertempat di Kantor Bupati serta Lolak," ujar Ratu, Selasa (21/8/2018).
Kata Kadis, pemeriksaan hewan kurban rutin dilakukan setiap tahun. Hewan yang disembelih harus diperiksa lebih dulu sebelum dikomsumsi para wajib penerima daging kurban.
"Ini perlu dan sudah kaidah agama, dikarenakan setiap hewan kurban itu harus sehat dan tidak cacat, maka perlu pemeriksaan kesehatan juga fisik hewan tersebut," jelas Ratu. Ia menambahkan, pemeriksaan fisik hewan kurban secara menyeluruh di wilayah Bolmong. "Pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) dan juga menurunkan petugas dari pertenakan," ungkapnya.
Kepala Bidang Produksi Perternakan, Mohamad Samsudin menambahkan, kekurangan petugas, tapi itu bukan menjadi kendala. Selain itu, kami sudah berkoordinasi dengan penyuluh di 15 Kecamatan.
"Semua petugas di bidang (peternakan) dilibatkan ke masing-masing kecamatan. Dipastikan semua wilayah dapat diperiksa kesehatan hewan kurban," katanya.
Jika ada hewan kurban yang didapat mengalami kekurangan fisik dan tidak sehat, petugas akan merekomendasikan tak layak konsumsi.
"Jika ditemui di lapangan ada hewan tidak sehat berupa hati hewan ataupun cacat fisik, maka akan direkomendasikan ke panitia pelaksana," pungkasnya. (ryo/crz/dma/kel/amg/fin/dik/lix/ven/dru)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sapi_20180821_201329.jpg)