Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkait Keributan Keluarga Pasien di RSI Sitti Maryam, Begini Kata Pihak Rumah Sakit

Rumah Sakit Islam Sitti Maryam menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan tindakan pelayanan yang maksimal kepada pasien.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Siti Nurjanah
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rumah Sakit Islam Sitti Maryam menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan tindakan pelayanan yang maksimal kepada pasien.

Direktur Rumah Sakit Islam Sitti Maryam, dr Any Rachman MARS mengatakan, pasien yang datang selalu diperhatikan dan diberikan pelayanan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Menurut informasi dari perawat saya, keluarga yang mengamuk itu baru datang. Mereka tidak tahu kronologinya. Sudah sejak pukul 09.00 Wita dokter memberikan tindakan kepada pasien," ujar direktur.

dr Any menjelaskan, pasien atas nama Ellen Abdulah (35) telah mendapat pelayanan. Mulai dari pengecekan sejak pukul 09.00 Wita hingga pemberian tindakan pada pukul 11.00 Wita.

Mulai pada pukul 09.00 Wita sudah dilaksanakan visite. Visite adalah kegiatan kunjungan oleh dokter kepada pasien untuk lebih mengetahui kondisi perkembangan dengan cara mendatangi, memeriksa, dan berkomunikasi secara langsung kepada pasien di ruang perawatan.

Dan pada pukul 11.00 Wita telah diberikan tindakan memberikan Nebulizer biasa digunakan untuk mengatasi masalah pada saluran pernapasan, contohnya pada penyakit asma, dan penyakit paru.

Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk mengubah bentuk obat semula dalam bentuk cair menjadi partikel aerosol.

dr Any mengatakan, pasien bukan baru masuk rumah sakit kemudian meninggal dunia. Tetapi pasien telah dirawat sejak masuk pada 19 Agustus 2018 pukul 10.36 Wita.

"Mempunyai riwayat penyakit yang sudah lama. Pasien meninggal dunia bukan di Ruang Tunggu tetapi di ruang rawat lantai dua," ujar dia.

Lima belas menit setelah diberikan Nebulizer keluarga pasien sekitar 10 orang datang dan mengamuk. Meneriaki dokter, perawat, dan sempat membanting meja.
Kemudian ada polisi yang datang menenangkan situasi.

Dokter Vivi, dokter yang bertemu langsung dengan pasien menambahkan bahwa keluhan pasien sudah didengar bahwa pasien mengeluh nyeri menelan dan sesak. "Itu pada pukul 09.00 Wita sudah ada instruksi berikan obat mengurangi sesak," ujar dia.

Lanjut Dokter Vivi tindakan selanjutnya pada pukul 11.00 Wita yaitu Nebulizer.

"Waktu itu setelah memberikan tindakan saya standby di lantai dua. Kalau ada pasien mengeluh perawat yang lebih dulu mengecek. Perawat kemudian memberitahu saya bahwa pasien sudah meninggal dunia, saya keluar dan tiba-tiba ada pihak keluarga yang mengamuk," ujarnya.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved