Perang Stalingrad
Perang Stalingrad, Pertempuran Paling Brutal dengan 1,7 Juta Korban
Perang kota di Stalingrad yang terletak di tepian Sungai Volga, Rusia, dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II
Tanpa kenal menyerah, Jerman terus menggempur Uni Soviet. Operasi ini bertujuan merebut ladang minyak di Azerbaijan dan Chechnya.
Pertempuran Stalingrad
Pasukan Jerman dibagi menjadi dua kekuatan, Grup Tentara A menyerbu pegunungan Kaukasus dan Grup Tentara B menuju Sungai Volga dan Kota Stalingrad.
Kota Stalingrad (sekarang Volgograd) merupakan kota industri terbesar di tepi Sungai Volga (jalur transportasi penting ke Laut Kaspia).
Jerman berambisi merebut kota ini agar mempermudah gerak pasukan Jerman ke Kaukasus yang memiliki cadangan minyak terbesar.
Baca: Sniper Wanita Rusia Harus ‘Tidur’ Bersama Mayat Selama Berhari-hari Demi Habisi Pasukan Nazi
Pada 23 Agustus 1942, pertempuran dimulai yang ditandai dengan pertempuran jarak dekat dan serangan langsung terhadap warga sipil lewat serangan udara.
Tentara Soviet dan rakyat Kota Stalingrad juga melakukan serangkaian serangan balasan terhadap pasukan Nazi.
Ketika pasukan saling bertempur, Stalin telah memerintahkan bala bantuan untuk menambah daya gempur.
Serangan tersebut dengan cepat melumpuhkan pasukan Italia, Rumania, dan Hungaria.
Baca: Inilah Kisah 2.000 Sniper Perempuan Rusia yang menjadi Malaikat Maut Tentara Nazi
Pasukan Tentara Merah Soviet juga menggelar Operasi Uranus, yakni pengepungan rangkap angkatan bersenjata Nazi Jerman selama di pertempuran Stalingrad.
Akibatnya, pasukan Romania dan Hungaria yang menjadi posisi sayap tentara ke-6 Jerman hancur.
Setelah kedua sayap ini hancur, tentara ke-6 Jerman terkepung di Stalingrad hingga mereka menyerah pada Februari 1943 karena kehabisan amunisi dan bahan makanan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Ini dalam Sejarah: Pecahnya Perang Stalingrad", https://internasional.kompas.com/read/2018/08/21/11392541/hari-ini-dalam-sejarah-pecahnya-perang-stalingrad.
Penulis : Aswab Nanda Pratama
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/perang_20180821_161300.jpg)