Pasien Meninggal dan Terjadi Keributan, Begini Klarifikasi Pihak RSI Islam Sitti Maryam

Pihak RSI Sitti Maryam, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), membantah jika ada pasien yang meninggal pada Selasa (21/08/2018) akibat kelalaian.

Pasien Meninggal dan Terjadi Keributan, Begini Klarifikasi Pihak RSI Islam Sitti Maryam
TRIBUN MANADO/INDRI PANIGORO
Rumah Sakit Islam (RSI) Sitti Maryam, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (21/08/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pihak Rumah Sakit Islam (RSI) Sitti Maryam, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), membantah jika ada pasien yang meninggal pada Selasa (21/08/2018) akibat kelalaian.

Seperti yang dikatakan oleh keluarga pasien TBC Paru, bernama Ellen Abdulah (35), warga Kelurahan Bailang, Kecamatan Tuminting, Manado, Sulut.

"Tidak ada pembiaran yang berujung pada kematian pasien. Soal informasi kalau pasien sengaja dibiarkan dokter, atau pun RS itu tidak benar," tegas Direktur RS Islam Sitti Maryam, dr Any Rachman MARS saat dikonfirmasi Tribunmanado.co.id, di ruang kerjanya.

Yang benar, kata direktur, adalah aksi amukan keluarga yang syok atas kematian kerabat mereka.

"Tidak ada pembiaran pasien hingga meninggal. Yang ada tadi keluarga yang mengamuk. Mereka membanting meja, pipa digoyang, dan beberapa fasilitas RS. Bahkan tadi pihak keluarga sempat mengancam dokter yang menangani pasien," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya telah memberikan pelayanan maksimal dengan berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit.

"Lah kok bilang dibiarkan. Dibiarkan bagaimana ceritanya? Orang pasien ini adalah pasien yang sudah dan tengah mendapat perawatan intensif di sini sejak tanggal 19 Agustus hingga hari ini. Jadi soal pembiaran pasien itu tidak benar," terangnya.

Lebih lanjut, kata dr Any, untuk yang mengamuk dan melakukan pengrusakan fasilitas RS, adalah pihak keluarga pasien yang dari awal tidak tahu jika pasien sudah diberikan penanganan oleh dokter.

"Informasi dari perawat dan dokter, keluarga yang datang mengamuk di RS adalah keluarga yang baru sampai dan tidak tahu jika sebelumnya pada pukul 09.00 Wita, pasien sudah diberikan tindakan, sebelum akhirnya pada pukul 11.15 Wita, keluarga yang menjaga mengatakan jika kondisi pasien telah mengalami penurunan kesadaran," jelasnya

Pada pukul 09.00 Wita, kata direktur, pihaknya sudah melaksanakan tindakan ke ruangan tempat pasien dirawat.

Halaman
12
Penulis: Indry Panigoro
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved