Pusdatin Komnas PA Indonesia Catat Angka Kekerasan Seksual Anak Paling Tinggi

Dalam kurung waktu enam bulan saja, sedikitnya ada 965 kasus pelanggaran hak anak sepanjang Januari - Juni 2018.

Pusdatin Komnas PA Indonesia Catat Angka Kekerasan Seksual Anak Paling Tinggi
Tribunnews.com
Ketua Umum Komnas PA Indonesia, Arist Merdeka Sirait 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dalam kurung waktu enam bulan saja, sedikitnya ada 965 kasus pelanggaran hak anak sepanjang Januari - Juni 2018.

Data itu tercatat di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Komnas Perlindungan Anak (PA) Indonesia dari hasil aduan masyarakat.

Dari 965 kasus tersebut, 52 persen masih didominasi kejahatan seksual.

"Jika dibandingkan pelaku anak di tahun 2017, angka pelaku anak tahun ini terjadi peningkatan menjadi 26 persen. Dimana umumnya korban rata-rata berusia 13 tahun dan paling termuda berusia 2 tahun," jelas Ketum Komnas PA Indonesia, Arist Merdeka Sirait saat dihubungi Tribunmanado.co.id, Senin, (20/08/2018).

Lebih rinci lagi beber Sirait, untuk angka pelanggaran hak anak pada 2017, ada 2.726 kasus.

"Tahun kemarin memang tinggi yakni 58 persen didominasi kasus kekerasan seksual, dan 42 persennya terdiri dari 10 persen kasus penelantatan anak, 10 persen kasus bullyng, 11 persen perdagangan anak, dan 11 persen eksploitasi ekonomi dan selebihnya kasus Narkoba dan penganiayaan," bebernya.

"Dari data dilapangan, pelaku nya adalah orang terdekat anak. Dimana 44 persen dilakukan dilingkungan rumah, 22 persen lingkungan sekolah, 20 persen diruang publik atau tempat bermain anak dan selebihnya terjadi di panti pengasuhan, dengan usia pelakunya masih anak l-anak dibawah 14 tahun dengan persentase sebesar 14 persen," kata dia.

Sirait pun mengungkapkan, dari data tersebut, 84 persen pelaku berusia diatas 15 tahun.

"Wilayah yang angka kekerasannya paling banyak yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, NTT, Jawa Tengah, Papua, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, NTB, Lampung, dan Bengkulu," ungkapnya.

Penulis: Indry Panigoro
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved