Minggu, 26 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prediksi Rupiah Peluang Terseret Turki: IHSG Peluang Rebound

Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah walau secara terbatas terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di awal pekan ini.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kontan
Indeks saham 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah walau secara terbatas terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di awal pekan ini. Penyebabnya, sentimen negatif dari krisis ekonomi Turki yang masih menghandang.

Kamis (16/8), rupiah pasar spot melemah 0,10% ke level Rp 14.593 per dollar AS. Sementara, rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia menguat tipis 0,01% menjadi Rp 14.619 per dollar AS.

"Krisis ekonomi di Turki semakin parah setelah sejumlah lembaga pemeringkat menurunkan rating Turki," kata analis Valbury Asia Futures Lukman Leong.

Mereka adalah, S&P Global Ratings dan Moody's Investors Service yang memangkas peringkat utang Turki ke level junk alias masuk peringkat "sampah", jauh di bawah level investment grade.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail menambahkan, peluang rupiah tertekan semakin besar karena data klaim pengangguran AS yang dirilis pekan lalu membaik menjadi 212.000. Hal itu membuat dollar AS berada di atas angin.

Alhasil, ia pun memprediksi rupiah melemah di rentang Rp 14.600-Rp 14.700 per dollar AS. Sementara Lukman menebak, rupiah hari ini berkisar di level Rp Rp 14.575-Rp 14.625 per dollar AS.

INDEKS SAHAM
Nama Indeks %

KOMPAS100* 1,170.26 -0.77

IHSG* 5,783.80 -0.56

DOW JONES 25,669.32 0.43

SSEC (Shanghai) 2,668.97 -1.34

NIKKEI 225 22,270.38 0.35

FTSE STRAITS TIMES 3,209.44 -0.08

HANG SENG 27,313.41 0.42

KOSPI 2,247.05 0.28

Sumber: Bloomberg, BEI per 17/08/2018
Catatan: *per 16/08/2018

KURS RUPIAH

Mata Uang Kurs ^% Kemarin Jual Beli

USD 14,619.00 0.01 14,621.00 12274 105.01 12841.39 14,692.00 14,546.00

SGD 10,617.73 -0.15 10,601.47 119.81 10,673.45 10,562.01

JPY 131.85 -0.40 131.32 107.3884 132.52 131.18

EUR 16,633.51 -0.37 16,572.92 14638 16,718.03 16,548.98

GBP 18,590.99 -0.03 18,586.23 2837.13 18,685.29 18,496.69

MYR 3,563.88 0.04 3,565.24 3,583.41 3,544.35

Sumber: Kurs Tengah BI (16/08/2018)

Rupiah
Rupiah (kontan)

Proyeksi IHSG
Terbuka Peluang Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound pada awal pekan ini. Kekhawatiran terkait perang dagang dan krisis Turki agak mereda.

Kamis (16/8) lalu, IHSG berakhir turun 0,56% di level 5,783. Sepekan, indeks terpangkas hampir 5%.
Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyebut, meski pekan lalu indeks tertekan, namun ada sedikit dukungan setelah Bank Indonesia mengerek suku bunga.

Lanjut Hans, pekan ini, indeks berpeluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Dari eksternal, sentimen lebih kondusif. Bulan ini, China dan Amerika Serikat akan berunding. Pasar berekspektasi akan ada solusi mengenai tarif impor.

Selain itu, kekhawatiran terhadap krisi Turki berkurang setelah Qatar memberikan bantuan kepada Turki senilai $15 miliar. Presiden Erdoganjuga meminta masyarakat untuk menjual dollar AS untuk melindungi ekonomi Turki. " Tensi Turki turun, tapi ke depan masih harus dipantau," kata Hans, akhir pekan lalu.

Dari sisi teknikal, analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji melihat, MACD telah membentuk pola dead cross di area negatif. Stochastic dan RSI berada di area netral. Selain itu, terlihat pola bullish pin bar, yang mengindikasikan potensi penguatan.

Predisi Nafan, hari ini (20/8), IHSG berpotensi menguat dengan posisi support 5.711 dan resistance 5.847. Hans juga memperkirakan, indeks akan cenderung menguat dengan pergerakan di kisaran 5.689 hingga 5.890.

Tahun Depan, HERO Buka Gerai Ikea Lagi

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akan memperkuat pertumbuhan di segmen ritel non-makanan. Lini bisnis ini masih memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan.

Di sisi lain, perusahaan yang mengusung gerai Hero, Giant hingga Ikea ini juga mulai membenahi performa ritel makanan untuk bisa menyumbangkan pendapatan yang lebih baik pada tahun ini.

Tony Mampuk, General Manager Corporate Affairs HERO mengemukakan, segmen bisnis ritel non-makanan masih menopang kinerja perusahaan pada semester I-2018.

"Untuk ritel makanan, kami telah menjalankan change program yang komprehensif," ujar dia kepada KONTAN, Kamis (16/8) pekan lalu.
Sepanjang semester pertama tahun ini, kinerja bisnis ritel non-makanan HERO tumbuh 27%.

Adapun laba operasionalnya Rp 189 miliar, tumbuh 44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 131 miliar. Pencapaian kinerja tersebut berbading terbalik dengan segmen ritel makanan yang justru menurun 7%.

Secara total, pendapatan HERO menurun tipis 1,11% year-on-year (yoy) menjadi Rp 6,85 triliun sepanjang semester I 2018. Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan Hero Supermarket juga merosot 51,95% (yoy) menjadi hanya senilai Rp 34,29 miliar.

Berkaca dari pencapaian kinerja enam bulan pertama tahun ini, Tony menyebutkan, kinerja segmen non makanan akan terus didorong melalui ekspansi gerai.

Salah satu strateginya: membangun gerai kedua Ikea di wilayah Jakarta Timur. Adapun gerai pertama Ikea di Alam Sutera. "Kami mengharapkan awal tahun 2019 proyek pembangunan gerai tersebut dapat dimulai," ujar dia.

Steady Safe Terbebani Cicilan Pembelian Bus

Manajemen PT Steady Safe Tbk bertekad memperbaiki kinerja keuangannya pada tahun ini. Sepanjang semester I-2018, pendapatan Steady Safe mencapai Rp 19,9 miliar.

Pencapaian ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Di periode yang sama 2017, Steady Safe sama sekali tidak mencatatkan pendapatan.

Kendati demikian, perusahaan dengan kode saham SAFE di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini masih menderita kerugian bersih. Di semester I 2018, rugi Steady Safe meningkat 85% year-on-year (yoy) menjadi Rp 6,3 miliar.

Direktur Utama Steady Safe, John Pieter Sembiring, menjelaskan perusahaan ini masih harus menanggung beban keuangan yang cukup besar, dalam hal ini untuk cicilan bus yang didatangkan pada Maret lalu.

"Pengeluaran paling banyak ke cicilan selama empat tahun," kata dia kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Pada semester I-2018, SAFE mencatatkan beban keuangan Rp 8,1 miliar. Secara umum, kinerjanya memang belum signifikan.

Maklumlah, pada Maret 2018 hanya sembilan bus SAFE yang beroperasi. Itupun beroperasi dalam waktu 10 hari sebelum perusahaan ini melaporkan kinerja keuangan di kuartal pertama tahun ini. "Sebelum Maret malah tak ada pendapatan sama sekali," ungkap John. (Harry Muthahhari/Andy Dwijayanto/Anna Maria Anggita Risang/Dimas Andi Shadewo)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved