Cerita Para Paskibraka Mitra 2018, Elis Berdoa Sebelum Bertugas

Haru bercampur senang terpancar dari raut wajah 30 pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Minahasa Tenggara (Mitra) tahun 2018.

Cerita Para Paskibraka Mitra 2018, Elis Berdoa Sebelum Bertugas
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Paskibraka Mitra 2018 kelompok 8. Pembawa bendera dan penggerek, Doni Lambey siswa SMAN 1 Belang dan dua orang pengait Andi Rafly siswa SMAN 1 Belang, Julian Kojong SMAN 1 Tombatu dan Elizabeth Monolimay SMAN 1 Tombatu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Haru bercampur senang terpancar dari raut wajah 30 pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Minahasa Tenggara (Mitra) tahun 2018.

Ekspresi itu terlihat usai mereka menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan sang saka Merah Putih dalam upacara bendera hari ulang tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia (RI) di lapangan Ompi Ratahan, Mitra, Sulawesi Utara, Jumat (17/08/2018).

Usai menjalankan tugasnya, para paskibraka didampingi pelatih dari unsur TNI, Polri dan purna paskibraka Indonesia (PPI) Mitra membubarkan diri di SDN 02 Ratahan.

Di sinilah tangis air mata kebahagiaan tak terbendung keluar dari bola mata 30 paskibraka, sambil berpelukan satu dengan lainnya dan para pelatih.

"Senang bercampur bangga, bisa menjalankan tugas dengan baik," kata Elizabeth Monolimay, paskibraka Mitra yang bertugas sebagai pembawa bendera.

Kepada Tribun Manado Elis sapaannya siswa SMAN 1 Tombatu, tak henti-hentinya bersyukur atas terlaksananya tugas dengan baik, di tengah cuaca yang sangat bagus hingga tidak ada halangan buat mereka laksanakan pengibaran dan penurunan sang saka merah putih.

"Sebelum mengemban tugas ini selain latihan rutin saya memanjatkan doa dan saling memberikan motivasi kepada reka sejawat, agar kami mampu mengemban tugas ini dengan baik," jelasnya.

Perasaan yang sama juga diperlihatkan satu diantara pengibar bendera merah putih masing-masing pembentang oleh Doni Lambey siswa SMAN 1 Belang dan dua orang pengait Andi Rafly siswa SMAN 1 Belang dan Julian Kojong SMAN 1 Tombatu.

"Awalnya saat mulai sempat grogi, tapi karena semangat dan tekad yang kuat rasa itu hilang dengan perlahan sehingga saya bisa mengibarkan bendera merah putih," kata Andi Rafly pengait bendera merah putih.

Menjadi seorang paskibraka adalah prestasi dan satu kebanggaan tersendiri, karena sejak masih kecil Andi ternyata sudah punya motivasi menjadi seorang paskibraka.

Niat itu muncul saat dirinya melihat penampilan para paskibraka di layar kaca.

"Saat sedang berlatih, saya tambah-tambah dengan latihan sendiri menarik-menarik tali saat sedang berbaring di tempat tidur dan disaat waktu senggang. Ini dilakukan supaya saat hari pelaksanaan bisa lakukan dengan baik," kata dia didampingi dua rekan penggerek.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved