Kisah Perjuangan AA Maramis

Pimpin Delegasi Indonesia di New Delhi

Alexander Andries Maramis atau yang populer disapa AA Maramis punya segudang jasa terhadap republik ini. Selayaknya pemerintah

Pimpin Delegasi Indonesia di New Delhi
tribun manado
Foto repro AA Maramis yang diambil dari dokumen milik keluarga di Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alexander Andries Maramis atau yang populer disapa AA Maramis punya segudang jasa terhadap republik ini.
Selayaknya pemerintah memberikan kehormatan setimpal kepada para orang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk negeri tercinta termasuk Maramis.

Lody Rudy Pandean (80), keponakan Maramis, mengaku kesal melihat monumen AA Maramis di Jalan AA Maramis, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Di monumen itu tak dipasang bendera merah putih, padahal sebentar lagi peringatan Hari Kemerdekaan RI. Demikian kata Pandean kepada tribunmanado.co.id, Senin (13/8/2018).

Ponakan sekaligus ahli waris Maramis ini lantas membeli sendiri bendera merah putih dan memasangnya di monumen itu.
Lody tak tinggal di Manado. Dia tinggal di rumah dinas AA Maramis di Jalan Merdeka Timur, tepatnya Stasiun Gambir. Sejak ia tiba di Manado pekan lalu, ia langsung mengunjungi monumen ini.

Ia kaget dan kecewa, tiang bendera di sekitar monumen tak terpasang bendera. Monumen ini diresmikan pada 15 November 1985 oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan waktu itu, Surono.

Ia adalah ponakan dari Maramis. Ibunya SK Pandean dan Maramis adalah anak bersaudara. SK Pandean juga, pejuang yang masuk dalam pimpinan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi. Lahan dari monumen Maramis ini adalah milik keluarga yang dihibahkan.

Menurut Lody, saat pembangunan monumen ini pemerintah turut membantu dalam pembiayaan.

Saat ini Maramis belum masuk dalam jajaran pahlawan nasional RI. Keluarga terus mengupayakan agar tahun ini sudah bisa diresmikan menjadi pahlawan nasional.

Lody Rudy Pandean dan AA Maramis
Lody Rudy Pandean dan AA Maramis (TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN/ISTIMEWA)

Sebab semua persyaratan sudah dipenuhi pihak keluarga. Namun menurut Lody, belum ada kepastian apakah Maramis bisa menjadi pahlawan nasional tahun ini. Saat ini pemerintah masih mengkaji semua dokumen pendukung dari Maramis ini.

Sebab kata Lody, kualifikasi pahlawan nasional itu begitu tinggi. “Sepengetahuan saya, di panitia 9 itu tinggal Maramis yang belum menjadi pahlawan nasional. Saya dapat kabar, tapi pastikan lagi di dinas sosial,” ujarnya, Sabtu (11/8).

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved