InMobi Optimalkan Pasar Indonesia: Bisnis Penjamin Kredit Masih Bagus

Setelah mendapat suntikan dana besar dari Softbank sebesar US$ 200 juta tahun lalu, perusahaan penyedia platform teknologi periklanan

InMobi Optimalkan Pasar Indonesia: Bisnis Penjamin Kredit Masih Bagus
kontan
Bank Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Setelah mendapat suntikan dana besar dari Softbank sebesar US$ 200 juta tahun lalu, perusahaan penyedia platform teknologi periklanan asal India, InMobi mulai gencar mengembangkan pasar di Indonesia.

Apalagi dari total kucuran dana tersebut, InMobi berencana mengalokasikan investasi sebesar US$ 50 juta untuk pasar Indonesia dalam lima tahun ke depan.

"Di sini, kami sudah melayani banyak perusahaan bidang FMCG dan membantu beriklan di aplikasi mobile seperti Line, BBM, Viu dan lainnya," kata Jayesh Easwaramony, Senior Vice President and Managing Director, Asia Pacific and Middle East Asia at InMobi saat kunjungan ke KONTAN, Kamis (9/8).

Memang fokus perusahaan ini adalah memberi layanan iklan digital yang bisa tampil di perangkat mobile berdasarkan keinginan dari para klien. Itu semua bisa terjadi berkat adanya data yang dimiliki InMobi yang berasal dari para operator seluler di Indonesia. "Kami bekerjasama dengan Telkomsel, Indosat dan XL Axiata," tuturnya.

Dari data tersebut, InMobi bisa melakukan riset yang mendalam untuk mengetahui perilaku dan potensi pasar yang dibidik para klien. Perusahaan ini juga berencana menambah sumber daya manusia untuk bisa melancarkan riset tersebut.

Langkah lainnya adalah menerapkan teknologi video program untuk kawasan Asia Pasifik termasuk juga Indonesia. Ini adalah layanan iklan dalam sebuah konten yang dikemas secara kreatif yang diklaim bisa menyasar segmen pasar secara khusus dan spesifik.

Lewat strategi bisnis tesebut, InMobi optimistis pertumbuhan bisnis di Indonesia bisa tumbuh dobel digit, yakni mencapai 30% tahun ini.

Bunga Naik, Bisnis Penjaminan Kredit Masih Bagus

Tanda-tanda perbankan mulai mengerek bunga kredit mulai terlihat. Kenaikan suku bunga ini berdampak juga ke bisnis penjaminan kredit.
Suku bunga kredit yang lebih tinggi memang berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL). Meski begitu, pelaku industri penjaminan kredit yakin bisa meminimalisir risiko negatif yang muncul.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Dian Askin Hatta yakin bisa menghadapi potensi kenaikan tersebut dengan lebih baik.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved