Pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, Warga Sulut Sebut Duet Tuama-Uti
Sejumlah warga Sulut menyambut hangat duet Prabowo-Sandi dalam pemilihan Capres Cawapres di Pilpres 2019 mendatang.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado, Arthur Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sejumlah warga Sulut menyambut hangat duet Prabowo-Sandi dalam pemilihan Capres Cawapres di Pilpres 2019 mendatang.
Mereka menyebut duet itu sebagai duet Tuama Minahasa dan Uti Gorontalo.
"Ini pilihanku sejahtera bersama, Tuama Minahasa Uti Gorontalo, " tulis Rolando Lombok, Wakil Ketua gerindra Manado dalam facebooknya.
Ia menambahkan hashtag #sejahtera bersama serta #bohusami.
Maykel Wullur, warga Minut mengatakan, duet tersebut merepresentasikan Sulut.
Ia berharap, keduanya punya program untuk Sulut.
"Kan Prabowo ibunya Minahasa sedang Uno itu dari Gorontalo," kata dia.
Prabowo Gandeng Sandiaga di Pilpres 2019, Gerindra Sulut Mulai 'Main' Isu Ahok
Genderang Pilpres 2019 mulai ditabuh. Dua pasangan calon presiden dan Wakil presiden sudah dideklarasikan.
Isu - isu lama kembali menyeruak ke permukaan, paling santer isu soal Ahok.
Partai Gerindra Sulut pun mulai 'menggarap' isu Ahok usai pengumuman pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Melky Suawah, Sekretaris Gerindra Sulut kemudian mengunggah status di media sosial terkait hubungan Ahok dan Partai Gerindra.
Ia menilai perisitiwa hukum penistaan agama kasus Almaidah tak ada hubungan dengan Prabowo Subianto.
Ia juga mereview hubungan Ahok dan Gerindra yang mesra di masa lu kemudian bubar di tengah jalan.
Berikut unggahan status Sekretaris Gerindra Sulut.
Mari bicara apa adanya;
Ada yg tidak senang dgn Prabowo krn semata musibah yg menimpah Ahok, padahal peristiwa hukum Ahok sama sekali tdk ada kaitannya dgn Prabowo.
Apa mrk lupa siapa pemimpin politik yang berani mencalonkan/ mengusung dan memenangkan Ahok pd Pilkada DKI thn 2012 sehingga seantero negeri mengenal Ahok.
Siapa pemimpin politik yg berani pasang badan ketika Ahok menghadapi persoalan di tanah abang. Sementara itu keputusan sepihak Ahok keluar dari Gerindra, tak ada sepatah kata terima kasih dan permisi yg disampaikan kpd sang Ketua Umum yg telah berjasa kepadanya.
Biarpun bgt Prabowo dan Gerindra ttp menghormati dan menghargai keputusan Ahok utk meninggalkan Gerindra. Sekali lagi, bukan Prabowo/ Gerindra yg meninggalkan Ahok.
Ada yg tidak senang dengan Sandiaga Uno krn semata Sandi adalah pasangan Anies Baswedan yang terpilih sbg Gub/ Wagub DKI pada Pilkada DKI thn 2017.
Mereka lupa Anies-Sandi terpilih secara demokratis. Ahok pemimpin yg luar biasa, namun umumnya rakyat Jkt tdk menghendaki Ahok kembali memimpin.
Sandi tidak pernah menjatuhkan Ahok, Sandiaga Uno tidak pernah harus bersaksi di Pengadilan untuk memberatkan hukuman Ahok.
Dan juga Sandiaga Uno, satu-satunya Pejabat di negeri ini yang tdk mau mengambil gaji dan penghasilannya sebagai Wakil Gubernur DKI dan malah menyumbangkannya utk kaum fakir miskin. Sandi dengan OK-OCE tlh mulai menggerakan UKM dan Ekonomi Kerakyatan di DKI. Sandi adalah profil seorang muda yang pintar, sukses dan juga santun. Pantas utk diteladani kaum milenial Indonesia.
Jadi, persoalan yg menimpah Ahok hingga kini sangat kita sayangkan, tapi semua itu sangat jauh dari pengaruh dan kendali Prabowo apalagi Sandiaga Uno kan? Bukankah Prabowo bukan Presiden? dan apalagi Sandiaga Uno misalnya juga tidak pernah jadi Ketua MUI?
Semua berhak utk punya penilaian sendiri. Semoga berdasarkan fakta dan bukan fitnah. Trmksh.
#PrabowoSandiUntukIndonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prabowo_20180810_003006.jpg)