Amartha Komitmen Bangun perekonomian dari Desa

Amartha terus berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan warga di pelosok desa. Meskipun, bukanlah hal yang sederhana dan mudah.

Amartha Komitmen Bangun perekonomian dari Desa
istimewa

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Amartha terus berkomitmen dalam pembangunan perekonomian di pelosok desa. Dengan demikian kesejahteraan warga setempat akan meningkat.

“Amartha terus berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan warga di pelosok desa. Meskipun, bukanlah hal yang sederhana dan mudah. Namun, itulah yang justru menjadi semangat tim Amartha menjalankan aktivitasnya sehari-hari, ujar Vice President of Amartha Aria Widyanto dalam rilisnya.

Widyanto menambahkan pengalaman melayani segmen mikro sejak 2010 sebagai koperasi membuat Amartha lebih matang dalam melahirkan produk keuangan digital.

Sebagai tekfin, Amartha membuka akses penanaman modal pada sektor mikro bagi pendana urban, serta pendanaan bagi perempuan pengusaha mikro pedesaan. Karakter produk Amartha yang tepercaya, menguntungkan, dan berdampak sosial, menjadi alasan pertumbuhannya cukup pesat dari segi bisnis.

Amartha bertransformasi menjadi teknologi finansial (tekfin) dan mulai menggunakan platform P2P lending. Dengan platform P2P ini, rata-rata penghasilan mitra Amartha (pengusaha mikro perempuan) naik dari Rp 2,5 juta di tahun 2016 menjadi Rp 3,5 juta di tahun 2017. Pada 2017, lima dari 10 mitra berada di atas garis kemiskinan.

Saat ini, Amartha terus membuka kolaborasi tekfin dengan lembaga keuangan maupun perbankan. Sebelumnya, Amartha telah bekerja sama dengan Bank Permata, Bank Mandiri dan Mandiri Tunas Finance.

Baru-baru ini, perusahaan yang didirikan oleh Andi Taufan Garuda Putra ini telah menandatangani MoU dengan beberapa BPR di Jawa Timur. Hal ini sejalan dengan OJK yang mendorong sinergi BPR dengan tekfin.

“Sinergi ini dapat membantu kita dalam pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan pengurangan ketimpangan pendapatan di pedesaan,” kata Aria.

Aria menjelaskan sebagian besar para pengusaha mikro perempuan ini berusia 21-60 tahun yang memerlukan pemodalan untuk memulai atau mengembangkan usaha rumahan. Amartha sendiri tidak hanya menyalurkan pinjaman tetapi juga pelatihan literasi keuangan.

“Mitra Amartha ini di pelosok desa dan untuk menjangkau mereka, Amartha memiliki jaringan tim lapangan yang akan berkeliling mengendarai sepeda motor dan memberikan pelayanan serta pelatihan kepada kelompok-kelompok di wilayah kerjanya," ungkap Aria.

Halaman
12
Penulis: Herviansyah
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved