Liando Sebut Legislator Perempuan Tak Memperjuangkan Hak Perempuan

Ia mengungkap ini dalam diskusi bersama AJI Manado dalam rangka 24 tahun perjalanan AJI.

Liando Sebut Legislator Perempuan Tak Memperjuangkan Hak Perempuan
TRIBUN MANADO/FINNEKE WOLAJAN
Diskusi Media dan Jurnalis Menghadapi Pemilu 2019 yang berlangsung di ruang kerja Liando di Pascasarjana Unsrat, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (07/08/2018) sore. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Keterwakilan kuota 30 persen dalam legislatif hanya sebatas memenuhi kuota.

Pengamat politik Sulawesi Utara Ferry Liando menilai, legislator perempuan tak memperjuangkan hak-hak perempuan.

"Mereka harusnya jadi perempuan pejuang, garda terdepan yang memperjuangkan kepentingan perempuan. Namun sekarang hanya sebatas memenuhi kuota," ujarnya.

Ia mengungkap ini dalam diskusi bersama AJI Manado dalam rangka 24 tahun perjalanan AJI.

Diskusi ini bertajuk Media dan Jurnalis Menghadapi Pemilu 2019 yang berlangsung di ruang kerja Liando di Pascasarjana Unsrat, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (07/08/2018) sore.

Hal ini katanya karena kaderisasi tak jalan.

Pada akhirnya parpol hanya asal-asalan mengambil kader.

Tanpa mempertimbangkan apakah kader tersebut bisa membuat undang-undang atau tidak.

"Parpol harus memerhatikan keterampilan. Kenyataannya banyak motivasi caleg jadi anggota legislatif untuk hidup dari politik, bukan untuk menghidupi politik," jelasnya.

Diskusi AJI Manado dalam rangka 24 tahun perjalanan AJI ini menghadirkan Akademisi Unsrat Ferry Liando, Komisioner KPU Sulut Salman Saelangi, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda, Anggota KIP Sulut Raimond Pasla, Ahli Pers Sulut Yoseph Ikanunubun, Ketua AJI Manado Lynvia Gunde, Sekretaris AJI Manado Fernando Lumowa. (Tribun Manado/Finneke Wolajan)

Penulis: Finneke
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved