Relaksasi LTV Bakal Mendongkrak Kredit BBTN

Relaksasi aturan pembiayaan atau loan to value (LTV) bagi kredit properti akan berlaku mulai hari ini (1/7).

Relaksasi LTV Bakal Mendongkrak Kredit BBTN
KOMPAS
Surabaya mengalami lonjakan harga lahan dan properti sangat tinggi. Ini dipicu oleh masifnya pembangunan properti. Seperti tampak dalam gambar, aktivitas alat berat di proyek Tunjungan City milik Grup Pakuwon. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Relaksasi aturan pembiayaan atau loan to value (LTV) bagi kredit properti akan berlaku mulai hari ini (1/7). Dengan begitu, jumlah kewajiban uang muka bagi calon debitur bisa mengecil.

Relaksasi ini menjadi kabar baik bagi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), yang memiliki banyak portofolio di sektor properti. Asal tahu saja, 90,52% atau setara Rp 191,13 triliun kredit yang disalurkan BBTN hingga semester I-2018 adalah kredit perumahan.

Direktur BBTN Budi Satria menyebut, relaksasi ini bisa memuluskan target pertumbuhan kredit pada tahun ini. BBTN membidik pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 23% year on year (yoy). Hingga semester satu, kredit perumahan telah tumbuh 19,76% yoy.

"Kami optimistis akan positif dampaknya, karena pelonggaran LTV akan memudahkan konsumen KPR. Sebab, uang muka menjadi hal yang memberatkan konsumen," ujar Budi, Selasa (31/7).

Terkait risiko kredit yang mungkin muncul dari relaksasi ini, menurut Budi, BBTN berupaya tetap prudent dalam memberikan KPR dan memperhatikan kapasitas repayment calon debitur, sehingga risiko tetap terjaga.
Budi optimistis, target pertumbuhan kredit tahun ini terlampaui. Rasio kredit bermasalah juga diyakini turun di akhir tahun.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, relaksasi LTV jadi angin segar bagi BTN. Sebab, dari sisi pendapatan akan bertambah dengan semakin banyak KPR yang disalurkan.

"Banyak yang berpandangan daya beli masyarakat lemah, namun setiap kali ada kemudahan kredit, terutama perumahan, serendah apapun daya belinya, masyarakat pasti berani mencoba," ujar William, Selasa (31/7).

Kebijakan ini juga bisa jadi penyeimbang di tengah tren kenaikan suku bunga Bank Indonesia.
Dari sisi kinerja, di semester I-2018, BTN membukukan kenaikan kredit 19,14% yoy menjadi sebesar Rp 211,35 triliun. Kualitas kredit membaik, rasio kredit bermasalah turun ke level 2,78% dari tahun lalu 3,23%. Laba bersih tumbuh 12,01% jadi Rp 1,42 triliun.

Kendati laba naik, tapi margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) turun ke 4,17% dari 4,42%. Ini karena kenaikan biaya dana. William merekomendasikan beli BBTN selama harga di atas Rp 2.200 per saham.

Ramayana Cetak Kinerja di Atas Ekspektasi

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved