Raih Juara 3 Umum di Kejurnas di Salatiga, Bukti Kebangkitan Olahraga Berkuda Sulut

Kontingen Pordasi Sulut meraih juara 3 umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Seri 1 2018

Raih Juara 3 Umum di Kejurnas di Salatiga, Bukti Kebangkitan Olahraga Berkuda Sulut
Istimewa
Ketua PP Pordasi Sulut, Ferry Wowor (kedua dari kiri) bersama kontingen Sulut menerima piala juara 3 umum dan medali emas dalam Kejurnas Pacuan Kuda seri 1 di Gelanggang Tegalwatong, Salatiga, Jateng, Minggu (29/7). 

TRIBUNMANADO. CO.ID, MANADO - Kontingen Pordasi Sulut meraih juara 3 umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Seri 1 2018 di Gelanggang Tegalwaton, Salatiga, Jateng, akhir Juli 2018.

Juara tiga umum diraih berkat perolehan tiga medali, satu emas dan dua perak. Medali emas disumbangkan kuda milik Gubernur Sulut, Mc Kinly yang menjuarai Kelas 3 Tahun Remaja jarak 1.600 meter.

Sementara dua medali perak disumbangkan kuda Madani Tonsea milik Emil B. Karim yang turun di kelas 2 tahun pemula C/D 1.200 meter dan kuda Rhaegar Nagari milik Ilham Bahar di kelas 4 tahun C/D 1.600 meter.

Selain itu, lima kuda lainnya turut menjadi juara dalam beberapa kelas non kejurnas yang dilombakan.

Ketua Pordasi Sulut, Ferry Wowor mengatakan, capaian tersebut bisa dikatakan luar biasa mengingat beberapa tahun terakhir, olahraga berkuda Sulut mati suri.

Jangankan prestasi, ikut serta di Kejurnas Pacuan Kuda, Sulut absen  beberapa tahun terakhir. 

Puncaknya, olahraga berkuda yang jadi langganan medali di setiap PON, tak berbicara di PON XIX Jabar tahun 2016 lalu. Sulut gagal meraih medali satupun dari pacuan kuda.

“Keterpurukan itu menjadi pelecut kami Pengurus Provinsi Pordasi Sulut 2017-2021 untuk mengangkat kembali kejayaan olahraga berkuda di tingkat nasional,” ujar Wowor dalam keterangan tertulis kepada Tribun Manado, Rabu (1/8).

Wowor mengatakan, kembali bergairahnya dunia berkuda Sulut disebabkan beberapa hal. Pertama, dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“Pak Gubernur Olly Dondokambey selalu menyatakan siap mendukung olahraga berkuda sehingga ini memacu kami Pengurus Provinsi Pordasi Sulut untuk memburu prestasi,” kata Wowor.

Kemudian, dilibatkannya figur-figur ‘gila kuda’ dalam kepengurusan berdasar keahlian, kapasitas dan pengalaman. “Kami berupaya mengakomodir potensi yang ada demi prestasi,” ujarnya.

Para figur pelaku olahraga berkuda dimaksud, misalnya James Waani, Ferdinand Tumbol  dan Vicky Kainage. Kemudian, Kawanua di luar daerah seperti Adhi B. Supit, Emil B Karim dan Mario Bahar.

Raihan prestasi di Kejurnas seri 1 membuat Wowor dan jajarannya optimistis menatap Kejurnas Pacuan Kuda seri 2 2018 yang akan digelar di Sulut pada Desember nanti.

Kejurnas akan digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa, Tompaso. Ini melecut semangat Pordasi Sulut untuk membidik juara umum Kejurnas 2018.(ndo/rls)

Prestasi Sulut di Kejurnas Pacuan Kuda 2018 Seri 1

Kelas Pemula A/B (Non Kejurnas) NK Jarak 1.400 meter

1.  Juara 1 kuda Pacu Sukna Nagari milik Ilham Bahar

2. Juara 3 kuda Mariah Carey milik Olly Dondokambey

Kelas Pemula A/B NK jarak 1.400 meter

3. Juara 1 kuda Matahari Tonsea milik Emil B. Karim

Kelas 2 Tahun Pemula C/D Kejurnas jarak 1.200 meter

4. Juara 2 kuda Madania Tonsea milik Emil B. Karim.

Kelas 4 Tahun C/D Kejurnas jarak 1.600 meter

5. Juara 2 kuda Rhaegar Nagari milik Ilham Bahar

Kelas 3 Tahun Remaja Kejurnas, jarak 1.600 meter

6. Juara 1 kuda Mc Kinly milik Olly Dondokambey

Kelas Derby NK Jarak 2.000 m

7. Juara 3 kuda Khasmir milik Sehan Landjar

Kelas Derby NK jarak 1.600 meter

8. Juara 1 kuda Terakota milik Ferry Wowor.

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved