Hanya Manado yang Mengalami Deflasi di Sulawesi Pada Juli 2018

Kota IHK di Sulawesi yang berjumlah 11 kota, pada Juli 2018 tercatat 10 kota mengalami inflasi sedangkan 1 kota yaitu kota Manado mengalami deflasi

Hanya Manado yang Mengalami Deflasi di Sulawesi Pada Juli 2018
Tribun Manado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat dari 11 kota di Sulawesi menjadi survei Indeks Harga Konsumen (IHK) hanya Manado yang mengalami deflasi, yaitu sebesar 0,68 persen

 "Kota-kota IHK di Sulawesi yang berjumlah 11 kota, pada Juli 2018 tercatat 10 kota mengalami inflasi sedangkan 1 kota yaitu kota Manado mengalami deflasi,” ujar Kepala Bidang Distribusi BPS Sulut Marthedy M Tenggehi, Kamis (02/08/2018).

Inflasi yang tertinggi terjadi di Bau-bau sebesar 1,20 persen, Pare-Pare 1,02 persen, Watampone 0,89 persen, Palopo 0,72 persen, Kendari 0,66 persen, Bulukumba, 0,51 persen, Makassar 0,48 persen, Palu 0,20 persen, Gorontalo 0,14 persen, Mamuju 0,14 persen, Manado -0,68 persen

Deflasi Kota Manado pada Juli 2018 disebabkan adanya penurunan pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 4,06 persen dan kelompok pengeluaran sandang sebesar 0,04 persen.

Kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan adalah transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,39 persen, kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau sebesar 0,75 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,43 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga tidak mengalami perubahan.

Komoditas yang memberikan sumbangan/andil terbesar terhadap Deflasi Kota Manado adalah tomat sayur sebesar 1,2141 persen, bawang merah sebesar 0,1312 persen, pepaya sebesar 0,0213 persen, pisang sebesar 0,0116 persen, bawang putih sebesar 0,0086 persen, terong panjang sebesar 0,0074 persen.

Selanjutnya telur ayam ras sebesar 0,0056 persen, lemon sebesar 0,0053 persen, ayam hidup sebesar 0,0049 persen, dan emas perhiasan sebesar 0,0040 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan/andil Inflasi adalah cabai rawit sebesar 0,1994 persen, tarif pulsa ponsel sebesar 0,1033 persen, angkutan udara sebesar 0,0891 persen.

Kemudian apel sebesar 0,0856 persen, air kemasan sebesar 0,0266 persen, cakalang/sisik sebesar 0,0263 persen, rokok kretek filter sebesar 0,0245 persen, rokok putih sebesar 0,0235 persen, pasta gigi sebesar 0,0230 persen, dan daging ayam ras sebesar 0,0201 persen. (erv)

Penulis:
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved