Sering Diteror, Semasa Hidup Pahlano Sering Minta Kerabat Berjaga Saat Dia Tidur

Tak tahu menahu apa maksud permintaan sang adik, namun menurut Maison, permintaan almarhum terkait dengan sering datangnya teror.

Sering Diteror, Semasa Hidup Pahlano Sering Minta Kerabat Berjaga Saat Dia Tidur
TRIBUN MANADO/INDRI PANIGORO
Maison Daud. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebelum meninggal dunia, ternyata Almarhum Dosen Politeknik Manado Dr Jusak Ratundelang Pahlano Daud (45) sering meminta bantuan kerabatnya untuk datang dan menemani dia saat berada di kediamannya.

Hal itu diungkapkan langsung oleh kakak kandung dari sang dosen berpengaruh di Politeknik Negeri Manado itu kepada TribunManado.co.id, saat berkunjung ke rumah duka di Ranotana Lingkungan 3, Kecamatan Sario, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) itu.

"Entah kenapa, kurang lebih sebulan terakhir ini, sebelum adik saya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di kamar hotel, dia memang sering minta keluarga, kerabat untuk datang, dan temani serta menjaga dia kalah dia mau beristirahat," ungkap Maison Daud, Rabu (01/08/2018).

Tak tahu menahu apa maksud permintaan sang adik, namun menurut Maison, permintaan almarhum terkait dengan sering datangnya teror yang sering mengancam Pahlano via telepon.

"Mungkin karena soal telepon yang sering hubungi dia dengan isi ancaman. Di mana, sering masuk telepon yang meminta adik saya untuk menghentikan penelitian dia soal kerusakan terumbu karang dan pencemaran skala besar di laut yang ada di Bunaken, dan Raja Ampat," ujarnya sambil menyapu air matanya.

Lanjut Maison, untuk orang yang menjaga sang adik kala ingin beristirahat lebih dari satu orang.

"Kadang satu orang, kadang ada dua yang jaga, itu atas permintaan dari Pahlano," ujarnya. (Tribunmanado.co.id/Indri Panigoro)

Penulis: Indry Panigoro
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved