Torang Kanal
Rahma Suryaningsih Deg-degan Menanti Kelahiran Bayi Anoa
Perasaan gugup menyelimuti para keeper, dokter hewan dan peneliti di Anoa Breeding Center (ABC), menanti setiap kelahiran bayi Anoa
Penulis: Finneke | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Perasaan gugup menyelimuti para keeper, dokter hewan dan peneliti di Anoa Breeding Center (ABC), menanti setiap kelahiran bayi Anoa.
Rahma Suryaningsih S.Hut, satu di antara anggota tim tersebut.
Rahma yang sekarang menjabat Manajer ABC di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado (BP2LHK), telah tiga kali melewati proses kelahiran bayi Anoa, sejak awal 2017 lalu.
Wanita kelahiran Ujung Pandang, 11 Januari 1989 ini masih ingat betul bagaimana pertama kali ia ikut proses kelahiran bayi Anoa. Saat itu tim ABC begitu berhati-hati karena dua kelahiran sebelumnya meninggal.
"Pokoknya waktu itu amazing sekali. Perasaan gugup, tapi pas bayi Anoa selamat, rasanya luar biasa. Persiapan sebelum lahiran itu memerlukan banyak hal, kami sangat berhati-hati," ujar ASN ini, Selasa (31/7).
Rahma sendiri bukan berlatar belakang fauna. Masuknya dia di ABC, otomatis dia belajar secara otodidak soal Anoa. Hingga kini pun ia telah banyak tahu soal Anoa.
"Masuk di tim ABC seru, bertemu berbagai orang yang berbeda. Namun kami sama-sama lega dan bersyukur ketika proses kelahiran berjalan dengan baik," katanya. (fin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rahma-suryaningsih_20180731_210725.jpg)