Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Entrepreneurship

Kisah Raja Pia di Manado, Dulunya Pernah Disambut Sinis Pemilik Toko

Kue pia menjadi salah satu oleh-oleh khas Manado, Sulawesi Utara, yang paling banyak diburu wisatawan.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Manarou Souvenir 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kue pia menjadi salah satu oleh-oleh khas Manado, Sulawesi Utara, yang paling banyak diburu wisatawan.

Itu sebabnya Manarou Suvenir laris manis.

Di sana terdapat pia chiko yang legendaris itu serta pia Manado dan produk terbaru yakni Manarou Premium Quality.

Pemburu pia tak hanya wisatawan lokal, tapi juga wisatawan asing dari Prancis serta Turki.

Popularitas Manarou Souvenir bukan kisah seribu satu malam, di mana sukses diraih hanya dengan mengayunkan tongkat sihir.

Butuh usaha super keras untuk menggapai semua itu.

Owner Manarou Souvenir Kenny Christian Pinangkaan membeber perjuangan pada masa rintisan pia chiko.

Ia mewarisi perusahaan itu dari orangtuanya pada 1998.

Dari Gorontalo, usaha itu bergeser ke Manado.

Ekspansi ke Manado ini menghasilkan produk baru yakni pia Manado yang kemasannya berbeda dengan pia chiko.

"Inilah masa masa perjuangan, saya pakai cara tradisional untuk memasarkan produk, door to door ke warung serta toko, ada pemilik toko yang sinis tak mau membeli, tapi saya tak patah semangat," kata dia.

Pada tahun 2013, ia mulai membangun gerai sendiri.

Kenny membidik pasar wisata suvenir yang belum banyak dilirik kala itu.

"Saya merasakan adanya sebuah pasar yang besar, karena Manado ini Kota pariwisata, " kata dia.

Tantangan datang saat terjadi resesi ekonomi.

Sejumlah UMKM tumbang.

Usahanya lolos dari maut berkat keuletan serta kemampuan berinovasi.

"Kuncinya inovasi, terus memperbaiki mutu produk, kalau tidak pasti kita tergerus," kata dia.

Di masa jayanya kini, ia tak mau terjebak kemapanan.

Inovasi terus dilakukan.

Setelah pia Manado lahir, Manarou Premium Quality yakni pia dengan rasa mewah.

"Tak berhenti di pia, saya juga kembangkan ikan roa dan klapertaart," kata dia.

Ia meyakini tantangan akan terus ada.

Salah satu tantangan terberatnya adalah ekspansi sejumlah pengusaha pia Gorontalo ke Manado.

"Tapi saya yakin bisa menghadapi setiap tantangan, kuncinya hanya doa dan rajin," kata dia.

Namun kini Kenny bisa berbangga.

Usahanya dengan modal awal berjumlah Rp 50 juta kini telah beromzet berlipat ganda.

Ia bisa mencukupi kebutuhan keluarga, menghidupi belasan karyawannya serta menghidupi pula ratusan UMKM yang memasarkan produknya di usaha miliknya.

Sepenuh waktunya adalah berjuang.

Ia sadar.

Namun ia tak lupa mengucap syukur.

"Saya senang bisa hidup untuk menghidupi orang lain," kata dia. (Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved