Bisnis Otomotif  Stagnan, Grup Astra Raup Laba Rp 10, 4 Triliun di Semester I 2018

Tinjauan Kinerja Laba bersih Grup Astra meningkat 15 persen menjadi Rp 112 triliun pada enam bulan pertama tahun ini.

Bisnis Otomotif  Stagnan, Grup Astra Raup Laba Rp 10, 4 Triliun di Semester I 2018
Istimewa
PT Astra International Tbk (Grup Astra) 

Laporan wartawan Tribun Manado, Fernando Lumowa

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – PT Astra International Tbk (Grup Astra) membukukan kinerja positif di semester pertama tahun 2018.

Tinjauan Kinerja Laba bersih Grup Astra meningkat 15 persen menjadi Rp 112 triliun pada enam bulan pertama tahun ini.

Meskipun, bisnis kelompok otomotif yang selama ini jadi andalan Grup Astra stagnan. Laba bersih dari bisnis otomotif Grup stabil di posisi Rp 4,2 triliun.

Pada paruh pertama tahun ini, Astra meraup laba bersih Rp 10, 4 triliun. Angka ini meningkat 11 % dibanding periode sama tahun lalu.

Presiden Direktur Grup Astra, Prijono Sugiarto menjelaskan, peningkatan pendapatan terbesar disumbang dari kelompok bisnis alat berat dan pertambangan.

“Selain itu, ditopang jasa keuangan grup yang mengimbangi pelemahan kontribusi kegiatan operasional agribisnis dan infrastruktur,” ujar Prijono dalam keterangan tertulis kepada Tribun Manado, Jumat (27/7).

Prijono optimis, kinerja Grup Astra tahun 2018 cukup baik. Alasannya, adanya dukungan stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional dan harga batubara yang stabil.

“Meskipun, persaingan di pasar mobil begitu ketat dan melemahnya harga minyak kelapa sawit. Itu menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Sampai 30 Juni 2018, asset bersih Grup Astra senilai Rp 3, 15 triliun, meningkat 3 % dibanding posisi akhir tahun 2017. Sementara, utang bersih grup—di luar grup anak perusahaan jasa keuangan—Rp 6,  6 triliun.

Dibandingkan dengan nilai kas bersih Rp 2, 7 triliun pada 31Desember 2017. “Hal ini disebabkan investasi grup pada bisnis jalan told an Go-Jek serta belanja modal pada bisnis kontraktor pertambangan,” kata Prijono.

Ditambahkannya, pada semester pertama tahun ini, anak perusahaan Astra yang bergerak di sektor keuangan mencatatkan utang bersih Rp 47, 9 triliun. Angka ini naik tipis dibanding akhir tahun lalu, Rp 46, 1 triliun.

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved