Inilah Sejarah Singkat Kabupaten Boltim

Seiring dengan bergulirnya reformasi dan perjalanan waktu, tuntutan akan pemekaran merupakan fenomena yang harus disikapi dan ditindaklanjuti.

TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Marsaoleh (kiri) 

Untuk segera diwujudnyatakan, sehingga lahirlah bayi kembar kedua yakni Kabupaten Bolsel dan Kabupaten Boltim.

Bayi yang lahir dengan sempurna kini telah tumbuh dan berkembang seiring dengan waktu, maju terus bersama seluruh komponen masyarakatnya.

Sepuluh tahun sudah tanpa terasa goresan pada pemekaran masih membekas dan membahana di hati kami masyarakat Boltim, terima kasih bunda, jasamu tak akan lengkang dimakan zaman.

Pemekaran Kabupaten Boltim berdasarkan Undang-Undang nomor 29 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Boltim di Propinsi Sulut yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow diresmikan pada tanggal 30 September 2008 sekaligus dengan pelantikan penjabat bupati bapak Kandoli Mokodongan SH yang bertugas mempersiapkan dan meletakkan dasar-dasar proses penyelenggaraan pemerintahan serta menyelenggarakan pemilihan kepala daerah, dan telah memimpin kurang lebih dua tahun sejak dilantik hingga mengakhiri masa jabatan pada tanggal 4 Oktober 2010.

Pada tanggal 13 Agustus 2010 oleh KPUD Kabupaten Bolmong sebagai penyelenggara pemilukada di Kabupaten Boltim ditetapkanlah hasil pemilukada, dan yang terpilih sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah pilihan rakyat pertama ialah bapak Sehan Landjar dan bapak Medy Lensun yang selanjutnya dilantik pada tanggal 4 Oktober 2010 oleh Gubernur Sulawesi Utara bapak DR Drs Sinyo Hary Sarundajang bertempat di gedung auditorium pemerintah Kabupaten Boltim di Tutuyan.

Dengan berjalannya waktu, roda pemerintahan Kabupaten Boltim bergerak maju dan pesat.

Dalam satu periode kepemimpinan Bersemi, pembangunan di segala aspek dapat dilaksanakan dengan baik, hal ini terbukti dengan pembangunan di berbagai sektor baik pembangunan fisik maupun non fisik yang langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat serta berbagai prestasi yang diraih oleh pemerintah salah satunya opini WTP pertama pada tahun 2013 oleh pemerintah Kabupaten Boltim dan kemudian pada tahun 2014 opini WTP kembali diraih oleh pemerintah Kabupaten Boltim untuk kedua kalinya.

Ini merupakan prestasi dari sekian banyak prestasi yang dicapai dari kepemimpinan bupati Boltim bapak Sehan Landjar SH bersama Wakil Bupati Boltim Bapak Medy Lensun di penghujung kepemimpinan periode kepemimpinan Bersemi pun berakhir pada 4 Oktober 2015.

Pada tanggal 5 Oktober 2015 dikeluarkanlah surat gubernur Sulawesi Utara tentang pengangkatan penjabat bupati Boltim bapak Muhammad Mokoginta SE MTP kurang lebih empat bulan lamanya penjabat bupati Boltim berhasil dalam melanjutkan roda pemerintahan dan melaksanakan Pilkada Kabupaten Boltim yang kedua kalinya.

Dalam Pilkada tersebut KPU Boltim menetapkan pasangan calon terpilih yaitu bapak Sehan Landjar SH dan Drs Rusdi Gumalangit sebagai bupati dan wakil bupati terpilih 2016-2021, maka berdasarkan KPU Boltim dilantiklah Sehan Landjar SH dan Drs Rusdi Gumalangit sebagai bupati dan wakil bupati oleh Gubernur Sulawesi Utara bapak Olly Dondokambey SE pada 17 Februari 2016.

Halaman
1234
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved