Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prabowo Subianto: Negara dalam Keadaan Susah, Semua Tokoh Harus Bersatu

Prabowo mengaku bahwa antara dirinya dan SBY memiliki kesamaan pandangan dalam melihat permasalahan negara.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menerima kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) sebelum melakukan pertemuan tertutup di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7/2018). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang dibangun Partai Demokrat dan Gerindra jelang Pilpres 2019. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku bahwa antara dirinya dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memiliki kesamaan pandangan dalam melihat permasalahan negara.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam jumpa pers bersama seusai pertemuan dengan SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, Rabu (24/7/2018) malam.

Prabowo mengatakan, ia dan SBY prihatin atas kondisi Indonesia saat ini, terutama masalah ekonomi.

Ia mengatakan, dalam pertemuan enam mata tersebut, SBY menyampaikan telah berkeliling ke banyak daerah mendengar suara masyarakat. Begitu pula dirinya.

Menurut dia, rakyat ingin ada perubahan di Indonesia.

"Intinya ingin pemerintahan bersih, pengelolaan ekonomi yang lebih kapabel," ujar Prabowo.

Prabowo lalu mengaku bahwa para pemimpin PAN dan PKS menyambut baik pertemuan malam ini.

"Saya kira dalam keadaan negara susah, semua tokoh bangsa harus bersatu. Itikad kita baik," ujar Prabowo.

Puji Kepemimpinan SBY, Contohnya Kondisi BUMN

Prabowo memuji kinerja dua periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Salah satu yang dipuji adalah kondisi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ketika Ketua Umum Demokrat tersebut memimpin negara.

Pujian itu Prabowo lontarkan saat memberikan keterangan pers seusai pertemuan dengan SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono di kediaman pribadi SBY, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018) malam.

Pertemuan tersebut membahas peluang koalisi antara Gerindra dan Demokrat dalam Pilpres 2019.

"Pak SBY memiliki pengalaman yang sangat besar. Sepuluh tahun beliau memimpin dengan baik republik kita. Yang jelas waktu beliau memimpin, BUMN-BUMN dalam keadaan baik," ujar Prabowo.

Prabowo menilai, kondisi BUMN saat ini merisaukan. Padahal, kata mantan Danjen Kopassus itu, BUMN merupakan pertahanan terakhir ekonomi negara Indonesia.

Menurut dia, jika kondisi BUMN terancam, situasi nasional negara juga ikut terancam.

"Sekarang kita risau karena BUMN-BUMN, menurut pendapat saya, BUMN adalah pertahanan terakhir ekonomi republik indonesia. Jadi kalau BUMN terancam, negara kita terancam," kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo mengatakan bahwa dirinya dan SBY bertekad untuk membangun koalisi menuju Pilpres 2019.

Prabowo merasa ada kesamaan latar belakang dan dasar pemikiran dengan SBY sebagai sesama ketua umum partai politik.

Ia mengatakan, rakyat menginginkan adanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan pengelolaan ekonomi dengan baik.

"Kami sangat prhatin dengan kondisi keadaan ekonomi bangsa terutama keadaan ekonomi bangsa. Intinya kami bertekad mengadakan pertemuan lebih teknis menuju suatu koalisi untuk memberi solusi kepada rakyat," tutur Prabowo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo: Negara dalam Keadaan Susah, Semua Tokoh Harus Bersatu", https://nasional.kompas.com/read/2018/07/24/22095281/prabowo-negara-dalam-keadaan-susah-semua-tokoh-harus-bersatu.  dan Prabowo Puji Kepemimpinan SBY, Contohnya Kondisi BUMN", https://nasional.kompas.com/read/2018/07/24/23223521/prabowo-puji-kepemimpinan-sby-contohnya-kondisi-bumn. 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved