Kaget Harga Buah Pala Turun, Rendy Berharap Tak Akan Anjlok
Harga komoditas unggulan Pala di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami penurunan.
Penulis: | Editor: Siti Nurjanah
Laporan Wartawan Tribun Manado, Ferdinand Ranti
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Harga komoditas unggulan Pala di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami penurunan.
Tribun Manado menyambangi lokasi Desa Ranowangko, Kabupaten Minahasa. Petani Pala yang ada di Kabupaten Minahasa mengeluhkan penurunan terjadi, Rendy Watulingas mengatakan, penurunan terjadi sudah sejak awal Juli.
"Saya kaget saat bawa hasil panen Pala ke pengumpul katanya sudah turun dari Rp 70 ribu jadi Rp 65 ribu," kata dia.
Kalau dilihat pada tahun 2016 harga Pala Rp 90 ribu, dan kami para petani sejahterah jika harga Pala harganya seperti itu.
Menurut dia, jika harga Pala saat ini tidak seberapa dengan hasil mulai dari peremajaan dan pembersihan lahan hingga panen.
"Hasilnya juga tergantung dengan cuaca yang ada, kalau angin kencang semua buahnya akan jatuh dan hasilnya tidak akan bagus," kata pria 48 tahun itu, sembari memperlihatkan buah pala dikebunnya.
Sementara petani lainnya, Oleh Makisanti mengatakan mengharapkan harga komoditas unggulan berpihak ke petani, dan ada jaminan dari petani agar harga tidak akan anjlok.
"Sangat-sangat kami harapkan harga tidak akan anjlok, mata pencaharian kami adalah Pala. Berharap pemerintah akan tetap menjaga agar harga tetap stabil dengan nilai yang tinggi, sehingga petani mampu menutupi pengeluaran saat panen dan selesai panen," kata petani pala ini.
Satu diantara pengumpul Pala yakni, Mariska mengatakan, pihaknya sudah sejak awal Juli membeli hasil panen buah pala petani sesuai dengan kualitas dari buah Pala tersebut.
"Kami juga lihat dari hasilnya, kalau hasil buah Pala bagus kami beli perkilogram Rp 65 ribu," Kata pengumpul Pala di Kota Tondano ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/buah-pala_20180725_154245.jpg)