Raih Kabupaten Layak Anak, James Sumendap Janji Terus Lakukan Pendampingan terhadap Anak

Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap bangga menerima penghargaan kabupaten layak anak (KLA)

Raih Kabupaten Layak Anak, James Sumendap Janji Terus Lakukan Pendampingan terhadap Anak
ISTIMEWA
James Sumendap mengangkat piala kabupaten layak anak di Surabaya pada Senin (24/7/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap bangga menerima penghargaan kabupaten layak anak (KLA) yang diserahkan Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Prof DR Yohana Susana Yembesi, Senin (23/7/2018) malam.

Sumendap tersenyum sambil mengangkat piala yang diserahkan Menteri Yohana Susana Yembesi pada puncak perayaan Hari anak Nasional di Dyandra Convention Center Surabaya.

Saat itu James Sumendap didampingi Kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (P2A) Mitra Phebe Punuindoong.

"‎Memang terhadap anak kami melakukan pendampingan terhadap anak seperti advokasi, konseling jika terjadi kekerasan atau pelecehan kita dampingi sampai litigasi," kata Sumendap, Selasa (24/7/2018).

Katanya, Pemkab Mitra melalui dinas P3A memberikan pendampingan hingga pengadilan dengan mengadvokasi dan menyiapkan pendampingan khusus atau konsultan hukum untuk ikut bersidang.

Sumendap menambahkan KLA di Mitra membuat tujuh daerah lainnya datang belajar, ini dikarenakan daerah pertama di Sulawesi Utara bahkan pulau Sulawesi hingga Indonesia yang punya peraturan daerah (perda) tentang perlindungan anak sejak tahun 2016.

‎"Kami juga terus melakukan pencegahan agar tidak terjadi kekerasan dan pelecehan terhadap anak, dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan stekholder di Mitra sekolah hingga pemerintah desa disosialisasikan terus menerus mengenai KLA ini," kata dia.

Katanya, diraihnya penganugerahan KLA kepada kabupaten Mitra, Sumendap berharap peran serta gereja, mesjid, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak.

"Setiap dua minggu sekali dilakukan koordinasi untuk mencegah hal-hal seperti itu. Dan untuk tetangga berkewajiban melakukan pelaporan jika terjadi itu," pintanya.

Sumendap mengaku akan terus dan tetap konsisten mengenai anak dan perempuan bahkan warga lanjut usia (lansia), yang mendapat intensif setiap bulannya. Karena usia 50 tahun keatas diberikan intensif karena berdasarkan pengalamannya, lansia sering di eksploitasi sebagai alat politik dan kepentingan tertuntu.

"Dalam pemberian intensif untuk lansia, melewati survey yang tidak layak tidak menerima. Hanya untuk mereka yang sudah papah, tidak mampu, janda dan duda di verifikasi pemerintah desa," tutup Sumendap.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved