Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berbahaya Bagi Semua Jenis Kapal, Gelombang di Perairan Selatan Jateng Setinggi 9 Meter

BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap mengingatkan adanya gelombang setinggi sembilan meter yang akan berlangsung hingga esok hari

Editor:
Internet
Ilustrasi gelombang tinggi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gelombang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang biasa berlayar di perairan selatan Jawa Tengah.

BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap kembali mengingatkan potensi terjadinya gelombang tinggi untuk hari ini hingga esok, 24-25 Juli 2018.

Khusus di perairan selatan Jawa Tengah, ketinggian gelombang bahkan diperkirakan mencapai 6-9 meter.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, dengan ketinggian gelombang mencapai angka tersebut, pastinya berbahaya bagi semua jenis kapal maupun aktivitas kelautan lainnya.

Karena itu pihaknya mengimbau kepada semua pengguna jasa kelautan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi itu. Bila perlu, lebih baik mereka menghentikan seluruh aktivitasnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Mengingat gelombang berpotesi sangat tinggi dan bisa mengancam keselamatan,"katanya

Dari pantauan satelit cuaca dan gradien angin permukaan tanggal 23 Juli 2018 pukul 19.00 WIB, pada skala regional, terdapat pusat tekanan tinggi di Samudera Hindia sebelah barat Australia, dan di Samudera Pasifik sebelah timur Australia. Serta adanya badai tropis Wukong di samudera pasifik tenggara Jepang.

Interaksi kondisi tersebut, menurut dia, berakibat pada peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang.

Gelombang selama bulan Juli dan Agustus 2018, diprakirakan akan terus berfluktuasi. Sebab bulan Juli dan Agustus merupakan puncak angin timuran, yang sekaligus menjadi
puncak terjadinya gelombang tinggi.

Gelombang tinggi di perairan selatan Jateng dalam sepekan terakhir ini membuat aktivitas nelayan lumpuh. Objek wisata pantai semisal Pantai Suwuk Kebumen juga sempat ditutup sementara akibat gelombang tinggi.

Di hari bersamaan, Kamis (19/7) lalu, gelombang tinggi bahkan telah memporakporandakan ratusan bangunan berupa warung atau toilet di sejumlah pantai semisal Pantai Suwuk Puring Kebumen, serta ke barat Pantai Widarapayung dan Sodong Adipala Cilacap. Belasan perahu nelayan yang terparkir di Pantai Pasir Ayah Kebumen juga mengalami kerusakan karena terhempas gelombang

Masa gelombang tinggi ini juga diwarnai beberapa insiden yang merenggut korban jiwa di laut.

Sebelum itu, Rabu (18/7), dilaporkan sebuah perahu nelayan KM Yati Putra yang mengkut tiga penumpang terhempas gelombang saat hendak melaut di Pantai Kemiren Cilacap Selatan. Dua penumpang selamat, namun seorang nelayan lainnya, Sugiono hilang dan ditemukan meninggal beberapa hari kemudian.

Peristiwa nahas juga menimpa seorang warga Desa Karangbolong, Buayan Kebumen, Rohman, yang tersapu ombak saat mencari rumput laut di pinggir karang Pantai Karangbolong, Minggu (22/7). Korban ditemukan meninggal dua hari kemudian oleh tim SAR.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved