Mayat Tanpa Identitas di Kaki Dian Diyakini Anaknya, Meiske Harap Jenazah Secepatnya Dibawa Pulang

Meiske Andirael, Warga Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara masih menunggu jenazah yang diduga anaknya, Sofianti Andirael

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Rumah Meiske Andirael, Warga Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara pada Senin (23/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meiske Andirael, Warga Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara masih menunggu jenazah yang diduga anaknya, Sofianti Andirael yang jasadnya ditemukan tanpa identitas di kawasan Kaki Dian Minahasa Utara pada Selasa (17/6/2018).

"Kami masih menunggu, katanya (Polisi) Minggu ini bisa bawa pulang," jelas Deiske Andirael kepada tribunmanado.co.id pada Senin (23/7/2018).

Ia menambahkan, keluarga belum menyiapkan persiapan apapun di rumah duka lantaran belum ada kepastian kapan bisa dibawa pulang.

"Sudah ada dari jemaat dan desa sudah menawarkan untuk buat bangsal duka, namun kami bilang sabar lantaran belum dapat kepastian," jelasnya.

Ia menambahkan, sempat juga dibuat ibadah penghiburan di rumah duka.

"Kami berharap, bisa secepatnya jenazah bisa kami bawa pulang. Namun kami tetap mengikuti proses dari kepolisian," jelasnya.

Meski sudah mengenali identitas korban, namun dari kepolisian harus mengikuti prosedurnya, menunggu hasil autopsi. 

Rumah Meiske Andirael, Warga Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara pada Senin (23/7/2018)
Rumah Meiske Andirael, Warga Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara pada Senin (23/7/2018) (TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS)

Polisi kini sedang menunggu hasil autopsi identitas jasad yang ditemukan di kawasan Kaki Dain Minut. namun korban diduga Sofianti Andirael.

 
Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan polisi terhadap kedua saksi yakni Yulianti Gonta, sepupu korban dan NT, pria yang mengendarai sepeda motor yang ditumpangi korban.

Menurut keterangan dari Yulianti kepada polisi bahwa saat naik ke atas Kaki Dian pada 18 Juni 2018 sekitar pukul 21.00 Wita

"Katanya saat naik, Yulianti bersama satu temannya, sementara korban bersama dengan terduga menggunakan motor metik gold, ada stiker doraemon," jelas AKP Aprizal Nugroh, Kasat Reskrim Polres Minut, didampingi Kanit Reskrim Aiptu Melky Pontoh, pada Jumat (21/7/2018) 

Di atas objek wisata Kaki Dian, Yulianti dan temannya duduk di tangga, sementara korban dan NT duduk tak jauh dari mereka. Dua jam kemudian, korban memanggil mereka untuk pulang.

"Korban dan terduga ini duluan, sementara Yulianti dan temannya di belakang," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved