Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

228 Kepala Keluarga di Kotamobagu Tunggu Program Bedah Rumah

Sebanyak 228 kepala keluarga (KK) di Kotamobagu, menunggu bantuan dari Pemerintah daerah dan pusat.

Penulis: | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/VENDI LERA

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebanyak 228 kepala keluarga (KK) di Kotamobagu, menunggu bantuan dari Pemerintah daerah dan pusat.

Satu diantaranya Ajis Danial bersama keluarganya, masih menunggu janji pemerintah untuk bedah rumah.

Menurut Ajis yang ditemui di RT24 Kelurahan Gogagoman, Minggu (22/7/2018), nama keluarganya sudah masuk dalam daftar bantuan bedah rumah yang dilaksanakan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) Kotamobagu, namun hingga sekarang belum direalisasi.

"Saya diundang rapat, hingga larut malam, namun realisasinya tidak ada," ujar Ajis Danial.

Kata dia, pemasukan berkas telah dilakukan sejak 2017.

Kemudian tahun 2018, tepatnya Februari mereka datang mendata kembali nama-nama keluarga yang berhak dapat bantuan.

Bantuan diterima Rp1 5 juta dengan ukuran 6X6 meter.

Amatan tribunmanado, rumah keluarga Danial Nurdin berada di pinggiran sungai. Tanggul rumahnya sudah rusak, sehingga sebagian dapurnya jatuh.

Kondisi rumah memperhatinkan dan tak layak tinggal, karena hanya memiliki satu kamar untuk empat anggota keluarga.

"Saya tidak ada pilihan lain, maka berusaha membuat pondasi sendiri,takut jika musim hujan tiba akan longsor," ujar dia lagi.

Lanjut dia, pondasi ini rusak, karena waktu 2017 diterjang banjir. Namun hingga belum ada bantuan diterima.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) Kotamobagu, Imran Amon mengatakan, masyarakat tetap bersabar.

"Ini tidak semudah membalik telapak tangan. Semunya masih berproses baik di daerah, provinsi maupun kementerian," ujar Imran Amon.

Kata Imran, sudah mengusulkan 350 kepala keluarga, hasil verifikasi secara teknis tinggal 228. Artinya verifikasi terhadap masyarakat yang siap menerima bantuan Stimulan. Rencananya diusulkan anggaran Rp3,3 miliar.

"Tinggal menunggu saja, lebih cepat lebih baik," ujar Amon lagi.

Ia menambahkan, ada tiga anggaran dari Kotamobagu, Provinsi Sulut dan Pusat. Masing masyarakat bervariatif tergantung verifikasi teknis di lapangan ada Rp 15 juta, Rp 10 juta dan Rp 7,5 juta. (Ven).

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved