Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

(Video) Siswi SMK Dibully dan Dirudapaksa Oleh Senior

Korban diancam dan dipukul oleh pelaku hingga mengalami beberapa luka memar, seperti luka memar di leher.

Editor:
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang ayah di Semarang, Jawa Tengah berinisial CG melapor ke polisi atas tindakan pelecehan dan penganiayaan yang dialami putrinya.

Laporan tersebut diajukan pada Rabu (18/7/2018) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang sekira pukul 09.00 WIB.

Tribun-Video.com melansir TribunJateng.com, Jumat (20/7/2018), C (14) siswi sebuah SMK swasta di Semarang telah mengalami tindakan yang tidak menyenangkan dari kakak kelasnya di toilet.

Ayah C yang merasa tidak terima pun melaporkan pelaku, RSG (17) ke polisi.

Kepada petugas kepolisian, CG mengatakan, kejadian menyedihkan yang menimpa anaknya terjadi pada Februari 2018.

Dia mengungkapkan, putrinya diajak pelaku ke toilet dan dipaksa berhubungan badan, tetapi putrinya menolak.

Namun, korban diancam dan dipukul oleh pelaku hingga mengalami beberapa luka memar, seperti luka memar di leher.

"Tidak hanya itu, anak saya juga takut dan trauma karena mendapatkan perlakuan kasar, ancaman, dan paksaan tersebut," kata CG.

Karena ketakutan, perilaku C pun berubah.

Dari situlah, sang ayah mengetahui apa yang telah terjadi pada anaknya.

Tak hanya itu, CG juga menemukan fakta pahit.

Ternyata, pada November 2017, pelaku juga melakukan hal yang sama, tetapi korban tidak berani bercerita.

Kejadian itu, menjadi bekal RSG untuk kembali melakukan hal bejat pada korban.

Pelaku mengancam akan menyebarluaskan aib tersebut jika korban menolaknya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi Arifriyanto mengatakan, kasus ini sedang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang.

Polisi telah memeriksa beberapa saksi, di antaranya teman sekolah dan satpam sekolah.

"Sementara dugaannya adalah pencabulan anak di bawah umur dan persetubuhan anak di bawah umur karena kedua pelaku masih berusia di bawah 18 tahun," kata AKBP Fahmi seperti dikutip dari TribunJateng.com.

Simak videonya di atas. (Tribun-Video.com/Vika Widiastuti)

Siswi SMK ini Depresi Berat Hingga Tewas, Diduga Dirudapaksa Orang yang Dikenal Dari FB

Kematian FN, siswi SMK yang diduga diperkosa kekasihnya masih menyimpan banyak misteri.

Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.

FN disebut mengalami depresi berat usai diduga diperkosa kekasihnya di sebuah rumah kosong pada akhir Juni 2018 lalu.

Orangtua pun menaruh curiga setelah FN mengalami perubahan yang signifikan

Dokter pun sudah menyatakan FN mengalami depresi berat, sebelum akhirnya pada Selasa (3/7/2018) menghembuskan nafas terakhir.

Berikut 4 fakta terbaru soal misteri FN yang meninggal usai diduga diperkosa kekasihnya.

1. Kenalan Lewat FB

Diketahui FN diduga diperkosa berawal dari penuturan sahabatnya, AZ (16).

AZ menuturkan kalau FN mendatanginya dan bercerita kalau ia telah diperkosa kekasihnya.

Menurut Sahabat FN, AZ (16) IB merupakan pacar FN yang sebelumnya kenal melalui media sosial Facebook.

"Kenalnya lewat Facebook, saya kurang tahu juga sudah pacaran berapa lama, almarhum tidak cerita," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (11/7/2018).

Ia menjelaskan bahwa IB tidak satu sekolah dengan FN, namun ia menduga bahwa IB masih berstatus sekolah SMP di Cuteureup.

"Kurang tau juga apakah sudah lulus atau belum, yang jelas tidak satu sekolah dengan almarhum," katanya.

AZ pun mengungkapkan bahwa dirinya tak menyangka atas apa yang dialami sahabatnya itu.

Apalagi dirinya tahu ketika FN datang ke rumahnya dan memeluk erat tubuhnya seraya menangis.

2. Bercak Darah

Pada awalnya orang tua FN tidak mengetahui bahwa FN telah disetubuhi lelaki berinisial IB.

Kedua orang tuanya pun merasa penasaran atas meninggalnya FN karena banyak kejanggalan.

Ayah FN, EC mengatakan, FN mengalami sakit tidak wajar sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

"Tatapannya kosong mulutnya kebuka tapi bungkam, keluar bercak merah dari alat kelamin padahal sedang tidak datang bulan, kemudian tidak mau makan, saya lihat anak saya seperti itu pada hari Senin (2/7/2018)," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.

FN pun kemudian dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis malam harinya sekira pukul 23.00 WIB.

EC menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dokter, FN perlu mendapatkan pendampingan.

"Dokter tidak menjelaskan secara detail, tapi bilang kalau anak saya depresi berat," tuturnya.

3. Tak Mau Keluar Rumah

Sebelum tewas, sikap yang ditunjukkan remaja berusia 16 tahun itu terlihat sedikit berbeda dari biasanya sebelum pada akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (3/7/2018).

Bahkan saat diajak berkomunikasi pun FN tak nemberikan respon apapun.

FN hanya terbaring di kamar tidurnya sejak Minggu (1/7/2018).

"Jadi ga kemana-mana sejak Minggu itu ada di kamarnya, makan pun tidak mau," ucap Ayah FN, EC kepada TribunnewsBogor.com.

EC yang khawatir dengan kondisi putri pertamanya itu pun membawanya ke klinik setempat untuk diperiksa kesehatannya pada Senin (2/7/2018) malam.

"Saat di klinik, dokter bilang anak saya depresi berat, tapi tidak menjelaskan lebih detail," terangnya.

Mendengar ucapan dokter, EC kemudian berniat membawa putrinya berobat ke rumah sakit di Cibinong.

"Tapi ternyata Allah berkehendak lain, putri saya meninggal," ungkapnya.

4. Pelaku Diduga Lebih Dari Satu

Kasus pencabulan yang menimpa siswi SMK di Citeureup Kabupaten Bogor kini telah dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan.

"Kasus pencabulan yg terjadi di wilayah Citeureup sudah dilimpahkan ke Unit PPA dan kasusnya sedang dalam penyidikan," ucapnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Rabu (11/7/2018).

Sayangnya, Ita tak memberikan keterangan lebih mendalam terkait perkembangan kasus pencabulan yang menimpa FN (16) itu.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun TribunnewsBogor.com, hingga saat ini pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus pencabulan tersebut.

Belum diketahui secara pasti siapa saja yang terlibat dalam kasus pencabulan yang membuat FN depresi hingga membuatnya meninggal dunia.

Lihat videonya di atas! (TribunnewsBogor/Yudhi Maulana

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved