Membaca Peluang Prabowo di Pilpres 2018, Terus Maju atau Serahkan Tiket ke 'Prabowo Baru'

Pertemuan SBY-Prabowo pertama di rumah SBY diframing media dan berhasil angkat nama AHY. Pertemuan...

Membaca Peluang Prabowo di Pilpres 2018, Terus Maju atau Serahkan Tiket ke 'Prabowo Baru'
kompas.com
Presiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra yang juga mantan pesaingnya dalam Pilpres lalu, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014). 

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

TRIBUNMANADO.CO.ID-Bagaimana peluang Prabowo maju di Pilpres 2019? Inilah yang cukup menarik untuk mengkalkulasinya.

Masa depan Koalisi PKS dan Prabowo belum dapat dipastikan lantaran kedua pihak belum mencapai titik temu tentang cawapres yang akan mendampingi ketua umum Partai Gerindra tersebut.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Piala AFF U-16 2018 Live Indosiar, Ini Jadwal Main Timnas U-16 Indonesia

Baca: 13 Ramalan Kiamat yang tak Terbukti, dari Kepercayaan Pada Telur Ayam Sampai Kalender Suku Maya

Bagaimana dengan peluang koalisi Gerindra-PAN? Beberapa kali pimpinan PAN bicara tegas tidak dukung Prabowo. Mesti New Comer, katanya. Sayangnya hal itu tidak dikatakan di depan Prabowo dan tidak ada media.

Bagaimana dengan isu pasangan Prabowo-AHY? Ah, itu sekadar manuver SBY dan Demokrat. Prabowo terlalu polos untuk memahami langkah politik SBY.

Pertemuan SBY-Prabowo pertama di rumah SBY diframing media dan berhasil angkat nama AHY. Pertemuan yang kedua batal karena SBY sakit. 

Diduga SBY tak akan ikhlaskan putra mahkotanya gagal kedua kali. Gagal di Pilgub DKI, gagal pula di Pilpres.

Kalau sampai terjadi, masa depan AHY gelap. Akan berpengaruh juga bagi Demokrat. Sebab, estafet Demokrat hampir pasti akan diserahkan kepada AHY pasca SBY.

Dari awal SBY sebenarnya siap koalisi sama Gerindra dengan catatan: capresnya bukan Prabowo. Kenapa? SBY tahu elektabilitas Prabowo tak dinamis. Meski disandingkan dengan AHY. Hanya 12,2%. Potensinya sangat kecil untuk menang. SBY yakin dan konsisten dengan kalkulasinya itu.

Bagaimana dengan Syarif Hasan, utusan resmi SBY yang pernah tawarkan AHY sebagai cawapres Prabowo? Ada dua kemungkinan.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved