Polresta Manado Tak Mampu Ungkap Pelaku Pembunuhan di Megamas

Sudah delapan bulan pasca kejadian pembunuhan yang menewaskan Dani Sumarauw, seorang anak punk asal Bolaang Mongondow Selatan di Kawasan Megamas.

Polresta Manado Tak Mampu Ungkap Pelaku Pembunuhan di Megamas
TRIBUNMANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Depan Ruko Warunk Fashion (Warfas), Megamas Manado, Sulawesi Utara, Minggu (19/11/2017) dipasang garis polisi. 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sudah delapan bulan pasca kejadian pembunuhan yang menewaskan Dani Sumarauw, seorang anak punk asal Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) di Kawasan Megamas.

Dani diduga dibunuh oleh oknun satpam Megamas. Bahkan di bagian dada korban ditemukan satu tikaman yang mengakibatkan Dani tewas.

Namun sayangnya, sampai saat ini pelaku pembunuhan terhadap Dani tak kunjung diungkap oleh Polresta Manado.

Padahal sebelumnya Polresta Manado sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini yang merupakan oknum satpam Megamas.

Tetapi dari informasi yang diterima Tribun Manado, Rabu (18/7/2018) menyebutkan empat tersangka tersebut sudah kembali bekerja di Kawasan Megamas.

Kapolresta Manado, Kombes Pol FX Surya Kumara mengatakan, sejauh ini masih menyelidiki kasus tersebut.

"Masih kita selidiki, karena dari mereka belum ada yang mau mengaku," kata dia.

Ia menambahkan pihaknya masih terus mencari pelaku utama dalam kasus ini.

"Kalau ada fakta terbaru pasti kami proses," tegas dia.

Sebelumnya pada November 2017 terjadi kasus pembunuhan yang menewaskan Dani Sumarauw di kawasan Megamas.

Korban awalnya berkelahi dengan satpam di Kawasan Megamas, dan sempat terjadi kejar-kejaran.

Naasnya, korban jatuh dan menjadi bulan-bulanan para satpam. Tapi sampai saat ini Polresta Manado tak menemukan siapa yang membunuh Dani Sumarauw.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved