Penyaluran Kredit Sindikasi Masih Rendah

Perbankan Indonesia tercatat telah menyalurkan kredit sindikasi sebesar US$ 6,1 miliar atau Rp 87,8 triliun. Angka ini menurun

NET
Ilustrasi 

"Sampai saat ini proposal belum masuk ke saya. Tapi selama feasible dan bankable kenapa tidak. Secara garis besar Freeport telah beroperasi selama 50 tahun di Indonesia, mestinya risikonya sudah terukur," jelas Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI. Namun Herry belum berkomentar mengenai likuiditas valas, lantaran saat ini proposal belum ia terima.

Hingga April, Kredit Valas Tumbuh Tinggi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, realisasi kredit valas perbankan sampai April 2018 sebesar Rp 700,5 triliun atau naik 11,09% secara year on year (yoy).

Kenaikan kredit valas tersebut lebih rendah dibanding pertumbuhan kredit dalam rupiah pada periode sama yang naik 8,58% yoy menjadi Rp 4.077,6 triliun.

Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, pertumbuhan kredit valas lebih tinggi dibandingkan penyaluran dalam mata uang rupiah kemungkinan terkait dengan kredit dalam rangka impor.

"Karena indikasi adanya defisit neraca perdagangan dan pembangunan infrastruktur," kata Boedi. Selain itu, kredit valas yang tinggi juga karena realisasi investasi yang cukup besar.

Anggoro Eko Cahyo, Direktur Keuangan Bank BNI mengatakan, di banknya kredit valas pada kuartal II 2018 mengalami kenaikan dua digit. "Di kisaran 15% sampai 18% dibandingkan tahun sebelumnya," kata Anggoro, Jumat (15/7).

Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh ekspansi ke debitur dengan kebutuhan kredit dalam mata uang asing. Selain itu, hal ini juga dipengaruhi oleh tingginya angka kenaikan kredit valas.

Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan Bank Central Asia (BCA) juga bilang, saat ini kredit valas masih bertumbuh. Pertumbuhan kredit valas mengikuti pertumbuhan kredit secara umum, terutama perdagangan luar negeri. (Galvan Yudistira/Maizal Walfajri)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved