Ini Penjelasan Menteri Perdagangan Terkait Harga Telur Ayam Melonjak

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membeberkan sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan harga telur

Ini Penjelasan Menteri Perdagangan Terkait Harga Telur Ayam Melonjak
TRIBUN MANADO/VENDI LERA
Penjual telur ayam di Pasar Serasi Kotamobagu, Kamis (24/5/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membeberkan sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan harga telur dan daging ayam di pasaran.

Hal tersebut diungkapkan Enggar setelah melakukan pertemuan dengan para stakeholder terkait dan juga para peternak ayam di Kantor Kemendag, Senin (16/7/2018).

Menurut Enggar, salah satu penyebab kenaikan harga telur dan ayam dikarenakan masa libur panjang Lebaran 2018.

"Dari sisi supply ke pasar sampai ke konsumen terjadi pengurangan yang juga diakibatkan karena masa libur panjang. Ternyata para pekerja di peternakan mau cuti panjang," ujar Enggar.

Selain itu, kata Enggar, faktor cuaca ekstrem juga menyebabkan kenaikan harga telur dan daging ayam. Sebab, akibat cuaca ekstrem tingkat produktivitas para peternak ayam menurun.

"Kita sepakat mengurangi kadar obat-obatan supaya lebih sehat, tapi lebih berisiko, risikonya tingkat kematian dan produktivitas. Ada cuaca ekstrem bisa kita saksikan di Dieng ada salju," kata Enggar.

Enggar mengungkapkan, kenaikan telur dan daging ayam tersebut terjadi sejak H-7 Lebaran 2018. Namun, pada tahun sebelumnya, sesudah lebaran harga akan kembali normal.

"Biasanya sesudah itu harga akan turun. Tapi terjadi anomali kenaikan harga. Nah faktor ini lah yang terakumulasi sehingga pasokan dan pendistribusian ini secara relatif terganggu. Dari gangguan ini ada potensi menikmati margin keuntungan dari pedagang," ucap dia.

Enggar pun mengakui kenaikan harga komoditas tersebut juga dipengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Mengenai dolar itu berdampak ke pakannya dan juga proyeksi atas DOC-nya. Itu ada kenaikan, tapi tidak besar," ujar dia.

Sebagai informasi, harga telur ayam ras negeri, di Pasar Pal Merah pada Jumat (13/7/2018), mencapai Rp 29.000 per kilogram.

Sementara di salah satu pasar modern di Ciledug, Tangerang, Minggu (15/7/2018), harga telur mencapai Rp 28.900 per kilogram.

Kenaikan harga telur ayam mencapai Rp 5.000 sampai Rp 7.000 per kilogram dari harga normal sekitar Rp 22.000 sampai Rp 24.000.

Artikel Ini Telah Tayang di Kompas.Com dengan Judul " Mendag Beberkan Penyebab Harga Telur Ayam Melonjak di Pasaran"

Editor: David_Kusuma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved